Fokus Percepatan Penyelesaian Konektivitas dan Pemenuhan Energi

Musrenbang Regional Kalimantan 2013


JAKARTA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan Kalimantan akan lebih fokus pada percepatan penyelesaian konektivitas dan pemenuhan energi di Kalimantan.
Menurut dia, hal itu bisa dilakukan melalui sinkronisasi program daerah dengan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) pada Koridor III Kalimantan.  
"MP3EI itu merupakan kesempatan emas bagi kita yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jadi, bagaimana kita mensinkronkan program prioritas pembangunan di Kalimantan kepada pemerintah pusat, terutama terkait penyelesaian konektivitas dan pemenuhan energi di Kalimantan," ujar Awang Faroek, pada Musrenbang Regional Kalimantan 2013 di Jakarta, Rabu (17/4).  
Menurut Awang Faroek, rendahnya konektivitas antar wilayah di Kalimantan harus mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian terkait lainnya, untuk percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, serta bandara dan pelabuhan di Kalimantan.  
Sama halnya dengan kebutuhan energi dan ketersediaan listrik, Awang menyebut, sebagai daerah lumbung energi nasional tidak sepantasnya terjadi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kalimantan serta masih terjadinya pemadaman listrik secara bergiliran. Karena itu, ia menilai, kekayaan sumber daya alam di Kalimantan belum berkolerasi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.  
Selain itu, sambung dia, kelangkaan BBM dan belum optimalnya ketersediaan listrik di Kalimantan berpotensi menjadi konflik sosial. Untuk itu, pusat harus memenuhi kuota BBM di Kalimantan, karena sebagai daerah penghasil Kalimantan tidak seharusnya mengalami krisis energi.  
"Kita harus bersatu dan saling mendukung untuk mengatasi persoalan mendasar yaitu konektivitas antar wilayah serta pemenuhan energi di Kalimantan, yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Kita akan terus berjuang secara konstitusional dalam forum-forum yang terhormat seperti ini. Dan kita harus siap mengawalnya hingga tuntas," ucapnya.  
Awang Faroek mengungkapkan keunggulan geostrategis Kalimantan hingga saat ini belum banyak mendapat perhatian dari pemerintah pusat dengan membangun konektivitas yang maksimal. Untuk itu, perlu perjuangan bersama seluruh pemangku kepentingan di Kalimantan untuk dapat mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya.  
"Yang bersatu itu jangan hanya pemerintahnya atau DPRDnya saja, tetapi pengusaha-pengusahanya juga harus bersatu. Jangan hanya mengambil sumber daya alamnya saja, tetapi juga harus berkontribusi dalam pembangunan di Kalimantan," ajaknya.  
Pada kesempatan itu, empat Gubernur se-Kalimantan, Awang Faroek Ishak (Kaltim), Rudy Ariffin (Kalsel), Agustin Teras Narang (Kalteng) dan Cornelis (Kalbar), melakukan penandatanganan kesepakatan bersama terkait perumusan langkah-langkah strategis bagi terwujudnya percepatan pembangunan Regional Kalimantan. Sebagai tindak lanjut kesepakatan bersama tersebut juga dilakukan perjanjian kerjasama dan penandatanganan usulan program prioritas pembangunan Regional Kalimantan.  
Turut hadir dalam Musrenbang Regional Kalimantan 2013, diantaranya anggota DPR dan DPD RI daerah pemilihan Kalimantan, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman, Ketua DPRD Kaltim H Mukmin Faisyal, Wagub Kaltim H Farid Wadjdy, Sekprov Kaltim H Irianto Lambrie, serta jajaran Pemprov Kaltim, Pemprov Kalsel, Pemprov Kalteng dan Pemprov Kalbar. (her/hmsprov).

Foto: Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak menyapaikan paparan di hadapan peserta Musrenbang Regional Kalimantan 2013 (rosehan/humasprov kaltim)
 

Berita Terkait