Forum Perangkat Daerah Indagkop dan UKM di Kubar, Upaya Mewujudkan Visi Kaltim Berdaulat

Kadis Perindagkop dan UKM Kaltim Ir H Fuas Asadin (kiri) bersama Bupati Kubar FX Yapan (keempat dari kiri, narasumber dan panitia pada pembukaan Forum Perangkat Daerah. (hadri/humasprov kaltim).

SENDAWAR – Forum Perangkat Daerah sektor Industri, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Selasa (26/3/2019) digelar di Sendawar, Kutai Barat. Acara mengangkat tema ”Sinkronisasi Kegiatan Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM dalam Upaya Perwujudan Berani untuk Kalimantan Timur Berdaulat”.

Tema tersebut merupakan penjabaran dari Visi RPJMD Provinsi Kaltim Tahun 2018-2023 “Berani untuk Kalimantan Timur Berdaulat”. Forum diikuti unsur perangkat daerah se-Kaltim khusus yang menangani sektor Perindagkop dan UKM, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) se-Kaltim dan instansi terkait berjumlah  250 peserta. Turut hadir Ketua Dekranasda Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor.

Gubernur Kaltim H Isran Noor dalam sambutan tertulis yang dibacakan Bupati Kubar FX Yapan mengatakan Pemprov menempatkan sektor Indagkop dan UKM pada posisi yang strategis dalam arsitektur pembangunan Daerah. Diungkapkan, struktur perekonomian Kaltim menurut lapangan usaha tahun 2018 masih didominasi empat lapangan usaha utama.

Yaitu, pertambangan dan penggalian dengan peranan sebesar 46,33 persen, industri pengolahan 18,81 persen, konstruksi 8,14 persen serta pertanian, kehutanan dan perikanan dengan delapan persen.

“Ketergantungan kepada sumber daya alam (SDA) sebagai penopang utama perekonomian belum dapat tergantikan sektor non SDA. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendorong ekonomi berbasis SDA terbarukan, namun dominasi pertambangan masih amat kuat. Terbukti setelah dalam beberapa tahun terakhir kinerja perekonomian mengalami kontraksi. Tetapi di 2018 pertumbuhan ekonomi Kaltim kembali berada di jalur positif,” kata Yapan.

Dia mengatakan terdapat empat lapangan usaha yang diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi ekonomi Kaltim. Yakni industri pengolahan, jasa pariwisata, pertanian dan perdagangan. 

Lapangan usaha industri pengolahan merupakan lapangan usaha ekonomi terbesar kedua di Kaltim. Namun demikian, saat ini industri pengolahan masih terfokus pada industri migas. Kedepan, industri non-migas diharapkan dapat berperan lebih besar.

Sementara Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM H Fuad Assadin secara terpisah menambahkan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy di Kutai Timur merupakan salah satu unggulan dalam melakukan transformasi ekonomi. “Harapan kita, KEK menjadi pusat industri yang berbasis oleochemical dan terintergrasi dengan pelabuhan internasional,” katanya. (ri/her/yans/fat/humasprovkaltim).

Berita Terkait