Fuad Asadin Berharap Konsumen Harus Cerdas Agar Tidak Dirugikan

SAMARINDA - Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kaltim Fuad Asaddin mengatakan Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 260 juta jiwa, menjadi pasar yang cukup potensial bagi produk dalam maupun  luar negeri. Namun demikian, melihat kondisi perlindungan konsumen saat ini, pemerintah dituntut untuk terus mengembangkan upaya perlindungan konsumen.

"Tingkat pemberdayaan konsumen di Indonesia relatif rendah. Masyarakat belum mampu memperjuangkan haknya sebagai konsumen. Bahkan tidak mau menuntut haknya apabila dirugikan. Melalui sosialisasi edukasi konsumen cerdas,  kita diharapkan wawasan dan pengetahuan tentang konsumen bagi ASN dan pelajar dapat bertambah dan mau menuntut haknya apabila dirugikan produsen," pesan Faud Asaddin, disela acara edukasi konsumen cerdas bagi ASN dilingkup Pemprov Kaltim ,beberapa hari lalu.

Fuad Asaddin menambahkan perlindungan konsumen belum dimanfaatkan dan dikenal masyarakat. Hal itu disebabkan jumlah lembaga perlindungan konsumen sedikit dan tidak merata. ”Pemerintah perlu membangun komitmen untuk perlindungan konsumen,” tandasnya.

Fuad Asadin mengharapkan edukasi konsumen cerdas dapat membangun kesadaran, kepedulian serta pengetahuan masyarakat tentang penyelenggaraan perlindungan konsumen. "Sehingga tumbuh generasi konsumen cerdas di era ekonomi digital dan mencintai produk dalam negeri," ujarnya. (mar/her/yans/humasprovkaltim).

Berita Terkait