Gali Masalah Dari Hulu Hingga Hilir

Sespimti Kunjungi Pemprov Kaltim

SAMARINDA - Pemprov Kaltim mendapat kunjungan peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-23 Tahun 2014. Kunjungan Sespimti yang dipimpin Irjen Pol Sukrawardi Dahlan tersebut diterima Asisten Ekonomi Pembangunan Setdaprov Kaltim, HM Sabani di Ruang Daya Taka Kantor Gubernur, Selasa (26/8).

Kaltim mendapat kepercayaan untuk menjadi salah satu daerah yang menjadi target praktik lapangan para peserta Sespimti. Kedatangan mereka diantaranya untuk menggali kondisi daerah dan berbagai permasalahan lainnya.

"Kami berterima kasih atas sambutan yang sangat baik ini. Maksud kunjungan kami hari ini (kemarin) adalah untuk menggali berbagai informasi tentang Kaltim secara kualitatif dan kuantitatif, dari hulu hingga ke hilir," Irjen Sukrawardi Dahlan.

Dia juga menjelaskan, selain melakukan kunjungan ke Pemprov Kaltim, peserta Sespimti juga akan berkunjung ke Kejaksaan Tinggi dan DPRD Kaltim. "Kami juga akan bertemu dengan sejumlah tokoh di Kaltim," imbuh Sukrawardi Dahlan.

Asisten Ekonomi Pembangunan Setdaprov Kaltim HM Sabani yang menyambut kunjungan para perwira Polri tersebut diantaranya menjelaskan, tentang kondisi Kaltim yang saat ini sudah terbagi menjadi dua, setelah pemekaran provinsi baru, Kalimantan Utara (Kaltara).

"Lima kabupaten dan kota kini bergabung dengan Kaltara. Sedangkan di Kaltim, kini ada 3 kota dan 7 kabupaten. Secara umum kehidupan masyarakat Kaltim masih sangat kondusif," tegas Sabani.

Sabani juga menjelaskan sejumlah persoalan yang masih terjadi di kawasan perbatasan utara dengan negara tetangga Malaysia. Meski kawasan perbatasan utara itu kini sudah menjadi bagian dari Kaltara, namun Kaltim tetap bertanggung jawab untuk terus melakukan pembinaan hingga terpilih gubernur dan DPRD defenitif.

"Bandara-bandara di perbatasan kami tingkatkan hingga bisa didarati pesawat sejenis ATR-70 dan hercules. Bergaining kita masih lemah di sana, sehingga ketika mereka (Malaysia) marah, jalan akses mereka gali sehingga tidak bisa dilalui masyarakat Indonesia dan mengganggu arus keluar masuk sembako," ungkap Sabani.

Dia juga menjelaskan, beberapa hal yang menjadi permasalahan Kaltim diantaranya tingkat penyalahgunaan narkoba yang masih sangat tinggi di Kaltim. Data BNN hingga 2013 lalu, Kaltim masih menempati posisi ketiga tertinggi dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Penumpukan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dideportasi dari Malayasia di wilayah Nunukan dalam skala yang sangat besar, kerap kali menimbulkan permasalahan yang sangat kompleks di perbatasan.

Berbagai program pembangunan ekonomi jangka panjang seperti pembangunan jalan tol dan kawasan ekonomi khusus (KEK) di Balikpapan dan Maloy di Kutai Timur juga menjadi bagian lain penjelasan yang disampaikan. (sul/es/hmsprov)    

Foto : Asisten Administrasi Umum HM Sabani memberi penjelasan seputar kondisi Kaltim kepada peserta Sespimti Polri Dikreg ke-23 Tahun 2014. (syaiful/humasprov)

 

Berita Terkait