Gas Bumi untuk Rumah Tangga Harus Merata di Kaltim

BONTANG – Peresmian Jaringan Gas Bumi untuk rumah tangga oleh Wakil Menteri Eenergy dan Sumberdaya Mineral  (Wamen ESDM),  Susilo Siswoutomo, diharapkan menjadi tonggak sejarah bagi pengembangan jaringan gas untuk rumah tangga di seluruh Kaltim.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Kaltim, Dr. H. Awang Faroek Ishak dalam sambutan di hadapan para undangan di Ruang Serbaguna Pemkot Bontang,  pada peresmian tersebut, Rabu (30/1).

“Saya berharap jaringan gas untuk rumah tangga ini tidak berhenti sampai di Kota Bontang, tetapi terus berlanjut ke kota-kota lainnya di  daerah ini,” ujarnya. Diharapkan secara bertahap, kota-kota lain, yaitu Balikpapan, Samarinda, Sangatta dan Tenggarong dapat menyusul menjadi kota gas modern.

Awang Faroek bahkan mengajak Kementerian ESDM untuk bekerjasama dalam membangun pipa-pipa jaringan gas hingga ke masyarakat di seluruh daerah di Kaltim.

Tidak tanggung-tanggung, Gubernur berani menjanjikan dana Rp1 triliun sebagai dana pembangunan jaringan pipa dan kerjasama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Kegembiraan Awang Faroek terhadap pembangunan jarinan gas untuk rumah tangga ini  juga disampaikannya sebagai suatu hari yang bersejarah karena masyarakat di dua Kota yaitu Tarakan dan Bontang telah menikmasti gas yang dihasilkan dari perut bumi Kaltim.

Diceritakan Awang Faroek, pada 35 tahun silam Kaltim pernah mengekspor gas ke Osaka Jepang menggunakan kapal Aquarius. Setelah waktu berlalu, Kaltim masih juga mengirim gas tersebut ke Pulau Jawa untuk kebutuhan pembangkit listrik di DKI Jakarta dan Jawa Barat serta kota-lainnya.

“Memang kita bangga telah dapat mengirim dan memberikan sumbangan pada pembangunan nasional. Tetapi tolonglah Pemerintah Pusat juga harus menyisihkan sedikit gas tersebut untuk pembangunan industri-industri di Kaltim,” ujarnya.

Kota Bontang masuk dalam pembangunan dan pengembangan jaringan gas bumi untuk rumah tangga nasional bersama sejumlah kota di Indonesia lainnya diantaranya Kota Surabaya dan Sidoarjo di Jawa Timur,  Palembang Sumatera Selatan, Depok, Bogor  dan Bekasi Provinsi Jawa Barat.

Jaringan gas di Kota Tarakan  melayani 3.666 sambungan dan Kota Bontang akan melayani 3.960 sambungan rumah tangga.

            “Salah satu ciri kota modern adalah tersedianya gas yang dapat dinikmati hingga ke rumah-rumah penduduk. Begitupun dengan listrik yang harus cukup untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari,” ujar Gubernur.(yul/hmsprov).

Foto : Wamen ESDM  Susilo Siswoutomo bersama Gubernur Kaltim, Dr. H. Awang Faroek Ishak disaksikan Walikota Bontang Adi Darma saat menggoreng telur pada kompor gas yang langsung dialirkan melalui jaringan pipa gas ke rumah tangga.(yuliawan/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation