Geliat Pembangunan dan Raihan Prestasi Kaltim (2-habis)

Oleh: Dr H Awang Faroek Ishak

Cita-cita reformasi birokrasi harus dilanjutkan, sebagai upaya membangun pemerintahan yang bersih dan berwibawa melalui penegakan hukum sebaik mungkin, sehingga berdampak signifikan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara,  yang pada akhirnya mencapai masyarakat sejahtera,  adil dan makmur.

Island of Integrity

Terkait dengan hal itu, Kaltim juga bertekad untuk mewujudkan hal itu, dengan menciptakan Kaltim sebagai Island of Integrity. Guna mencapai tekad tersebut, sejak 2009 telah dicanangkan pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi.

Selanjutnya, pada 2013-2018 akan terus digalakkan untuk  mewujudkan pemerintahan yang bersih. Saya pun kembali mencanangkan 2014 sebagai tahun peningkatan kinerja dan peningkatan prestasi.   

Adalah merupakan kewajiban pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan dasar yang berkualitas yang merupakan hak setiap warga negara. Dalam RKPD 2014 dan seterusnya harus dipastikan adanya program dan kegiatan optimasi pencapaian target kinerja penerapan sembilan SPM oleh provinsi dan fasilitasi kabupaten dan kota dalam pencapaian target kinerja penerapan 15 SPM. 

Kaltim selama lima  tahun berturut-turut telah mendapat penghargaan Akuntabilitas Kinerja Pemerintahan Terbaik bersama-sama dengan Provinsi DIY dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara RI. Dalam acara Kick Off Meeting UKP4 Kaltim juga mendapatkan Penghargaan Terbaik Pertama dari UKP4 dalam TEPPA (Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran).

Dalam akuntabilitas pengelolaan keuangan negara Kaltim mendapatkan penilaian dari BPK RI Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan Provinsi Terbaik Pertama dalam Keterbukaan Informasi.

 

Bidang Pendidikan 

Pembangunan kualitas sumber daya manusia, Kaltim juga terus membangun dunia pendidikan. Mulai tahun akademik 2012-2013, daeerah ini telah membuka ITK (Institut Teknologi Kalimantan). ITS ditetapkan sebagai pelaksana pendirian ITK. Selama dua tahun akademik ini telah dibuka 10 Prodi (program studi) yaitu, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Kimia, Teknik Sipil, Teknik Perkapalan, Fisika, Matematika, Teknik Metalurgi dan Material, Perencanaan Wilayah & Kota, dan Sistem Informasi. 

Selain itu, Kaltim juga memiliki  ISBI (Institut Seni dan Budaya Indonesia) di Tenggarong, yang mulai dibuka sejak tahun akademik 2012-2013.  Program studi yang dibuka yaitu Seni Tari, Kriya Seni, Ethnomusikologi, dan Televisi. Untuk pembiayaan selama mengikuti pendidikan di ISI Yogyakarta sepenuhnya dibiayai Pemprov Kaltim.  

Guna membantu biaya pendidikan, Pemerintah Kaltim memberikan Beasiswa Kaltim Cemerlang (Cerdas, Merata, dan Prestasi Gemilang) kepada 50.785 orang siswa dan mahasiswa dengan jumlah anggaran Rp217.954.462.500.

Selama 5 tahun sejak 2009-2013 Pemerintah Provinsi telah memberikan beasiswa kepada 187.000 orang yang mendapatkan Penghargaan MURI sebagai Pemerintah Daerah Terbanyak Memberikan Beasiswa yang setiap tahun mencapai  30.000 orang. 

Dalam tahun 2014 telah dialokasikan kepada 15 kab/kota di Kaltim dan Kaltara 25.315 orang. Sedangkan untuk perguruan tinggi dengan jumlah kuota 11.385 orang, 100 orang Doktor Universitas Mulawarman, 60 Doktor Politeknik (Polnes, Politani, Poltekba), 30 Doktor Universitas Borneo dan 50 Doktor Perguruan Tinggi Swasta. Juga diberikan beasiswa kepada Program Luar Negeri (S2 dan S3) ke Eropa, Jerman, Belanda, Russia, Belarus, Turki, Jepang, Thailand, Malaysia, Australia, Amerika Serikat dan Canada.

Pengembangan akhlak dan spiritual, Kaltim kini memiliki Islamic Center yang megah di Samarinda, yang merupakan salah satu Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam di Indonesia. Saat pelantikan Badan Pengelola Islamic Center beberapa waktu lalu, saya mengharapkan Islamic Center dengan Masjid Baitul Muttaqim yang megah dapat menjadi Pusat Peradaban Islam di Kaltim. 

 

Pelayanan Kelas Dunia  

Dalam Rembug Kesehatan yang digelar awal 2014 ini, saya juga memberikan arahan atau direktif kepada seluruh pemangku kepentingan kesehatan di Kaltim tentang pentingnya memberikan pelayanan publik di bidang kesehatan. Pelayanan kesehatan di Kaltim kualitasnya harus sama dengan pelayanan kesehatan kelas dunia.

Apalagi salah satu rumah sakit (RS) milik Pemerintah Provinsi, yakni  Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie telah ditingkatkan statusnya menjadi Rumah Sakit tipe A yang merupakan rujukan bagi semua rumah sakit di Kaltim dan Kalimantan Utara (Kaltara). 

Saya juga mengintruksikan bahwa di tiga rumah sakit milik provinsi (RS Abdul Wahab Syahrani Samarinda, RS Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, dan RS Tarakan), serta 10 rumah sakit daerah harus meningkatkan pelayanan menjadi lebih baik.

Manajemen rumah sakit harus terus disempurnakan, demikian juga kebutuhan Dokter Spesialis, Dokter, Paramedis, Bidan, Apoteker, Analis harus segera dilengkapi. Peranan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman dan Poltekes/Akademi Keperawatan juga harus ditingkatkan karena sangat penting untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia bidang kesehatan.

Saya memberikan penghargaan kepada RS Abdul Wahab Sjahranie yang belum lama ini berhasil melaksanakan operasi bedah jantung dan juga berhasil mengimplementasikan program-program BPJS dengan baik.

Seluruh kecamatan Kaltim dan Kaltara juga telah dilengkapi dengan Puskesmas 24 Jam dan di beberapa tempat yang pusat pertumbuhannya tinggi dilayani oleh Puskesmas Plus. Dalam tahun 2014 akan mulai dibangun 10 Rumah Sakit Pratama yang tersebar di daerah perbatasan, pedalaman Kaltim dan Kaltara.

 

Prestasi Olahraga Terbaik di Luar Pulau Jawa 

Pembangunan bidang olahraga juga terus digalakkan. Baru-baru ini, saya juga  menerima  penghargaan Anugerah KONI Award 2013 Kategori Pelopor Bidang Pengembangan Olahraga di dalam Musyawarah Kerja KONI tahun 2014 di Jakarta.  Penghargaan diberikan atas kepeloporan dalam pengembangan olahraga nasional di daerah. 

Kaltim dan Sumatera Selatan berhasil menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON). Dalam PON ke-17 Kaltim berhasil menduduki peringkat ke-3 Nasional setelah Jawa Timur dan DKI.

Sedangkan pada PON ke-18,  Kaltim menduduki peringkat ke-5 Nasional setelah DKI, Jatim, Jabar dan Jateng (terbaik di luar Pulau Jawa). Untuk pembangunan olahraga, Kaltim telah memiliki SKOI (Sekolah Khusus Olahraga bertaraf Internasional) yang para siswanya mendapat beasiswa penuh. 

Sepakbola merupakan jenis olahraga yang mendapat perhatian besar. Djohar Arifin Husein, Ketua Umum PSSI mengaku bangga pada Kaltim. Menurut dia, saat ini perkembangan persepakbolaan di Kaltim semakin pesat hal itu dapat dilihat adanya klub sepakbola, yakni Pusam, Persiba dan  Mitra Kukar yang masuk dalam Indonesia Super League (ISL) juga berkembangnya klub-klub sekolah sepakbola di seluruh Kaltim. 

Ketua Umum PSSI ini berjanji apabila ada tim luar negeri datang ke Indonesia diharapkan bisa bermain di Stadion Utama Kaltim di Samarinda. Menurut saya, Kaltim siap untuk menyelenggarakan event-event nasional dan internasional di bidang olahraga, karena saat ini semua fasilitas infrastruktur terus ditingkatkan.

Termasuk  Bandara Sepinggan Balikpapan telah siap, Bandara Samarinda Baru sebentar lagi juga akan siap, jalan tol Balikpapan-Samarinda juga akan selesai, perhotelan bintang 4 dan 5 bermunculan baik di Balikpapan dan Samarinda. Di Samarinda ada tiga Stadion, yakni Stadion Segiri, Stadion Sempaja dan Stadion Palaran.

 

Antisipasi Pemanasan Global dan Perubahan Iklim 

Terkait dengan persoalan lingkungan, sejak 2009 Kaltim menjadi salah satu anggota Governor Climate and Forest (GCF). Saat ini gugus tugas itu anggotanya telah menjadi 22 gubernur provinsi/negara bagian dari seluruh dunia. Dari Indonesia, saya yang dipercaya bersama Gubernur Kalteng Teras Narang, Gubernur Kalbar Cornelis, Gubernur Papua dan Gubernur Aceh, menjadi pelopor GCF.

Pada Januari 2010 Kaltim mendeklarasikan diri sebagai Provinsi Hijau dan mencanangkan Kaltim Green sebagai kerangka kerja pelestarian lingkungan di Kalimantan Timur.

Kaltim memiliki tiga dokumen strategi penurunan emisi gas rumah kaca serta pembangunan rendah karbon, yaitu  Low Carbon Growth Strategy (LCGS), Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK) dan Strategi dan Rencana Aksi Provinsi (SRAP) REDD. 

Mulai 2013, Kaltim telah menetapkan strategi pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan, yang merupakan strategi holistik, dimana pertumbuhan ekonomi, penurunan emisi gas rumah kaca, dan pelestarian lingkungan berjalan beriringan.

Sebagai salah satu upaya pelibatan masyarakat dalam mendukung Kaltim Green, adalah melalui gerakan satu orang menanam lima pohon (One Man Five Trees/Omfit) yang dilaukan pada kawasan kritis dan lahan kosong.. 

Selain itu, sejak 2009  Kaltim telah melaksanakan kebijakan transformasi ekonomi berbasiskan sumber daya alam yang terbarukan. Dalam satu dekade terakhir, peran sektor non migas di Kaltim semakin meningkat khususnya didorong oleh pertambangan batu bara.

Penerapan skenario pertumbuhan ekonomi hijau atau Green Ekonomi atau skenario pembangunan rendah karbon merupakan pilihan yang tepat untuk Kaltim, sesuai dengan arah tren dunia.  

Kita telah meletakkan dasar-dasar strategi pembangunan berkelanjutan, yakni pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat dengan tidak mengabaikan masalah lingkungan.

Persoalan lingkungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun masyarakat, karena persoalan lingkungan adalah masalah masa depan anak cucu dan umat manusia. (Penulis adalah Gubernur Kaltim)

////FOTO  (1) : Dr H Awang Faroek Ishak

Berita Terkait
Government Public Relation