Gelorakan Kesetiakawanan Sosial di Kaltim

SAMARINDA - Gubernur Awang Faroek Ishak mengajak rakyat Kaltim untuk terus menggelorakan nilai-nilai kesetiakawanan sosial yang telah menjadi budaya Bangsa Indonesia. Semangat kesetiakawanan perlu dilestarikan dan diperkokoh agar tidak goyah dan hilang akibat terpaan arus globalisasi dan modernisasi.
Penegasan gubernur tersebut disampaikan pada pencanangan Bulan Bhakti Sosial 2014 yang dirangkai dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional dan Hari Kesetiakawanan Nasional (HKSN) di Lamin Etam, Senin (13/1).
"Membangun bangsa dan negara, ini tentu tidak bisa hanya bergantung pada kekuatan materi  semata. Kebersamaan yang kita wujudkan dalam kesetiakawanan sosial akan menjadi modal sangat penting dan utama," kata Awang Faroek di depan ratusan masyarakat dan para penyandang disabilitas.
Sebab itulah, Gubernur Awang Faroek meminta agar kegiatan dalam rangka kesetiakawanan sosial dan implementasi kesetiakawanan sosial dalam kehidupan sehari-hari masyarakat bisa terus dibudayakan.
Aktifitas kesetiakawanan dan kepedulian terhadap sesama, tidak terkecuali bagi para penyandang disabilitas, fakir miskin, anak jalanan dan anak terlantar perlu terus digelorakan selaras dengan jargon yang terus digaungkan No Day Without Solidarity.
"Ini tidak mungkin bisa kita wujudkan, jika hanya pemerintah yang melakukan.  No Day Without Solidarity ini harus diamini oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kaltim. Mereka harus peduli dan menunjukkan kepedulian mereka melalui program-program CSR (community social responsibility) yang jelas dan sinergis dengan pemerintah," tegas Awang lagi.
Perhatian Pemprov Kaltim sudah nampak jelas dengan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas serta Program Kemitraan dan Bina Lingkungan.
Perda tersebut menegaskan kepastian hukum agar perusahaan konsekuen mengutamakan kepentingan umum, kebersamaan, partisipatif dan aspiratif, keterbukaan dan keberlanjutan, berwawasan lingkungan dan berkesinambungan menuju ekonomi nasional yang berkesejahteraan sosial.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kaltim Hj. S Rusmalia Idrus menyebutkan, kesetiakawanan sosial yang diperingati di awal tahun 2014 ini akan menjadi instrumen menuju kesejahteraan masyarakat berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, kegotongrotyongan dan kekeluargaan yang dilakukan secara terencana, terarah dan berkelanjutan menuju terwujudnya rakyat Kaltim yang lebih sejahtera.
"Hingga saat ini HKSN diperingati sebagai alat pengungkit untuk menggerakkan kembali nilai-nilai kesetiakawanan sosial di masyarakat. Semangat ini tidak boleh hilang. Sebab itu harus kita jaga dan lestarikan," kata Rusmalia.
Pada kesempatan tersebut Gubernur Awang Faroek juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat dan para penyandang disabilitas. Bantuan yang diberikan berupa alat bantu kepada 160 Orang Dengan Kecacatan (ODK), bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada 140 ODK yang dibagi dalam 28 kelompok (tiap kelompok 5 orang). Perkelompok menerima bantuan Rp12.500.000.
Bantuan asistensi sosial ODK berat sebanyak 253 orang. Bantuan berupa uang tunai sebesar Rp300.000 perbulan untuk 12 bulan. Bantuan asistensi sosial lanjut usia terlantar untuk 650 orang dengan rincian Rp200.000 perorang perbulan selama 12 bulan.     Kemudian Bantuan alat bantu lanjut usia untuk 80 orang. Bantuan UEP bagi 50 mantan warga binaan lembaga pemasyarakatan berupa peralatan perbengkelan (perkelompok 5 orang). Bantuan UEP kepada 25 korban NAPZA  berupa peralatan bengkel (perkelompok 5 orang). Bantuan program kesejahteraan sosial anak sebanyak 265 orang dalam bentuk tabungan masing-masing Rp1.000.000.
Bantuan lain yang diberikan adalah peralatan sekolah bagi anak jalanan sebanyak 50 anak dengan masing-masing bernilai Rp500.000 dan bantuan tim reaksi cepat anak untuk 20 anak masing-masing Rp500.000. Penyerahan bantuan oleh Gubernur Awang Faroek disaksikan Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kaltim, Ani Juwairiyah. (sul/hmsprov)

///FOTO : Gubernur Dr H Awang Faroek Ishak menyerahkan bantuan dan modal usaha kepada sejumlah penyandang cacat di Kaltim.(fajar/humasprov kaltim)
 

Berita Terkait
Government Public Relation