Generasi Muda Harus Berani Jadi EO

SAMARINDA-Salah satu lahan kerja yang cukup prospektif bagi para pemuda saat ini adalah menjadi event organizer atau lebih sering disebut EO. Tetapi harus diakui, bahwa belum banyak  generasi muda Kaltim yang tertarik  untuk  terjun ke bisnis potensial ini.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim H Sigit Muryono memberi semangat agar generasi muda Kaltim cerdas merespon peluang tersebut, mengasah kemampuan, menekuni dan berani tampil menjadi generasi Kaltim yang memiliki  daya saing untuk urusan EO tersebut.  
"Generasi muda jangan hanya jadi penonton di wilayah kegiatan kepemudaan di daerah. Pemuda terutama mereka yang merupakan purna program kegiatan kepemudaan harus mampu mengambil peran dan memiliki kepercayaan diri, bahwa kita juga mampu mengelola rangkaian suatu acara melalui event organizer," kata Sigit Muryono saat membuka pelatihan event organizer bagi para pemuda di Kaltim, Selasa (12/11).
Sigit menambahkan, para pemuda yang dilatih untuk menjadi pengelola EO tersebut bukan hanya akan diajarkan berbagai hal tentang penyiapan penyelenggaraan suatu kegiatan atau acara secara profesional,  memiliki kemampuan untuk berkompetisi dengan yang lain dan berbagai hal teknis tentang kelayakan usaha.
Selain itu, mereka juga akan dibekali pengetahuan tentang bagaimana dapat mengikuti proses pelelangan melalui LPSE (Lelang Pengadaan Barang dan Jasa Secara Elektronik) yang saat ini diterapkan oleh pemerintah di berbagai tingkatan. Mereka harus memiliki persyaratan-persyaratan khusus agar dapat mengikuti proses lelang atau tender.
Sigit mengakui, hingga saat ini, untuk beberapa even berskala nasional dengan kegiatan yang lumayan besar, EO yang menjadi pemenang tender adalah EO yang berasal dari luar daerah. Tetapi ke depan lanjut Sigit, untuk even menengah ke bawah, generasi muda Kaltim sudah saatnya diberi kesempatan untuk mengelolanya. Hal itu sekaligus akan menjadi media bagi generasi muda untuk belajar  dan terus mengasah kemampuan.  
"Kita memang harus banyak belajar, tetapi itu tidak berarti kita tidak punya kesempatan," tegas Sigit.
Dia juga berharap agar setelah pelatihan ini, para pemuda yang akan kembali ke daerah masing-masing bisa diberdayakan dalam penyelenggaraan even di daerah. Mereka sudah cukup memiliki dasar-dasar ilmu pengelolaan EO, masih sangat idealis, mau bekerja keras dan tidak manja.
Sementara Kepala Bidang Kewirausahaan dan Industri Olahraga, Ednandar S Samad menyebutkan, peserta berjumlah 30 orang berasal dari 15 kabupaten/kota. Setelah pelatihan Dispora Kaltim akan   melakukan koordinasi dengan masing-masing instansi yang membidangi kepemudaan di kabupaten/kota agar mereka bisa diberdayakan dan lebih dimatangkan.
"Kalau di kabupaten dan kota mereka bisa sukses, bukan tidak mungkin mereka akan ikut bersaing di level provinsi, bahkan nasional," ujar Ednandar. (sul/hmsprov)

////FOTO : Kepala Dispora Kaltim H Sigit Muryono memberikan motivasi kepada para pemuda Kaltim untuk berani menjadi event organizer. Peluang sangat terbuka. (ist/adv)


 

Berita Terkait