Gerakan Kepramukaan di Kaltim Harus Tetap Eksis

 

SAMARINDA - Gerakan Pramuka di Indonesia masih sangat diperlukan. Begitu pula  di Kaltim harus tetap eksis dengan berbagai kegiatan yang membanggakan. Karena bermacam kegiatan kepramukaan sangat penting dilaksanakan untuk pembinaan  karakter generasi muda.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim H  Fachruddin Djaprie  menegaskan, keberadaan gerakan pramuka di Indonesia masih sangat diperlukan. Begitu pula di Kaltim harus tetap eksis dengan berbagai kegiatan yang membanggakan. Karena bermacam kegiatan kepramukaan sangat penting dilaksanakan untuk pembinaan  mental dan karakter generasi muda.

"Sejak beberapa tahun terakhir telah muncul gejala semakin lunturnya semangat dan rasa kebangsaan di kalangan kaum muda yang dapat dilihat antara lain dari rendahnya solidaritas sosial, menipisnya semangat bela negara serta semakin berkurangnya pemahaman kaum muda terhadap sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa," kata Fachruddin Djaprie.   

Bersamaan dengan itu, lanjut Fachruddin  ditemukan pula berbagai masalah yang terkait dengan semakin menurunnya akhlak dan budi pekerti kaum muda, seperti menipisnya sifat kejujuran, kurangnya sikap santun terhadap yang lebih tua, kurang menghargai pendapat orang lain, penyelesaian masalah dengan cara kekerasan, ingin menang sendiri serta tidak menerima kekalahan.

"Ditemukannya dua masalah ini tentu saja tidak menggembirakan. Sejarah telah menunjukkan bahwa kebutuhan suatu bangsa dimulai dengan menurunnya semangat dan rasa kebangsaan serta semakin lunturnya akhlak dan budi pekerti kaum muda," jelasnya.

Untuk mengatasi masalah itu, menjadi sangat penting peranan pendidikan kepramukaan sebagai wadah pembentukan karakter bagi kaum muda. Dalam kaitan ini, ia meyakini peranan gerakan pramuka sangat strategis dan penting.

Menurutnya, gerakan pramuka akan menjamin terbentuknya watak, kepribadian dan akhlak mulia kaum muda. Pemprov Kaltim terus berupaya menggalakan kegiatan pramuka di sekolah-sekolah di seluruh wilayah Kaltim. Diantaranya dengan memasukkan kegiatan kepramukaan dalam ekstra kurikuler (ekskul) wajib di sekolah-sekolah.

"Apabila generasi muda dibina mentalnya dan dibentuk karakternya  maka tidak perlu khawatir terhadap berkembang dan  perilaku negatifnya, " ujarnya. (mar/sul/humasprov)

Berita Terkait