Gerakan Pramuka Bukan Hanya Pengisi Waktu Senggang

Peringatan Hari Pramuka ke-53 Tingkat Provinsi

SANGATTA–Dalam kurun waktu satu dasawarsa telah tercatat tiga momen penting terkait perkembangan Gerakan Pramuka. Yakni, pencanangan kembali revitalisasi pramuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan terbitnya UU Nomor 12 Tahun 2010 tentang  Gerakan Pramuka serta pendidikan pramuka ekstra kurikuler wajib dalam Kurikulum 2013.

Hal tersebut tertuang dalam sambutan tertulis Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault yang dibacakan Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal pada Peringatan Hari Pramuka ke-53 di Halaman Kantor Bupati Kutim, Rabu (3/9).

Menurut dia, revitalisasi pramuka yang dicanangkan pada Hari Pramuka tahun 2006 dan terlihat saat ini keberhasilan program kepanduan nasional dengan semakin maraknya berbagai kegiatan kepramukaan di daerah di seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu, terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka yang memperkuat legalitas pramuka di nusantara. “Terbitnya UU tersebut bermakna bahwa pelaksanaan pendidikan kepramukaan saat ini tidak hanya mengisi waktu senggang,” ujarnya.

Tetapi lanjutnya, telah diisi dan dirangkai dengan  berbagai kegiatan positif bagi kaum  muda khususnya untuk membentuk karakter generasi penerus. “Sehingga telah menjadi kewajiban   setiap warga  Negara untuk mengimplementasikannya,” tegas Adhyaksa Dault.

Sedangkan momen penting berikutnya yakni masuknya pendidikan kepramukaan ke dalam Kurikulum 2013 sebagai ekstra kurikuler wajib yang mulai diberlakukan pada Juli tahun ini khususnya di masing-masing satuan pendidikan dari sekolah dasar, SMP hingga SMU/SMA.

Dijelaskannya, Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan non formal akan mampu melengkapi pendidikan informal yang diperoleh anak-anak dalam keluarga dan pendidikan formal di sekolah.

“Mengingat pendidikan formal saja tidaklah cukup menghasilkan kaum muda yang andal dan berkarakter. Sementara peran keluarga sebagai pelaku pendidik informal yang dilakukan orangtua untuk membentuk karakter anak juga sangat penting,” jelasnya.

Sementara persoalan kaum muda sering terjadi diantara rumah dan sekolah, peranan Gerakan Pramuka sangat penting guna mengatasi permasalahan itu. “Kerjasama sinergis antar lembaga pendidikan formal, non formal dan informal menjadi keharusan dan penting,” ujarnya.

Dalam peringatan Hari Pramuka ke-53 Tahun 2014 bertindak sebagai inspektur upacara Wakil Gubernur Kaltim dan berkesempatan memberikan tanda penghargaan Gerakan Pramuka Lencana Melati, Lencana Dharma Bhakti dan Lencana Panca Warsa.

Peringatan Hari Pramuka ke-53 di Sangatta Kutai Timur Kaltim dihadiri Plt Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi dan Bupati Kutai Timur H Isran Noor serta Wakil Bupati H Ardiansyah Sulaiman dan jajaran Pemkab Kutim.

Tampak hadir  Deputi Bidang Revitalisasi Gerakan Pramukan Kementerian Pemuda dan Olahraga Zulbakhrum Tjengkreng dan Wakil Ketua Bidang Urusan Bina Muda Kwartir Nasional Suryadi serta Ketua Kwarda Kaltim HM Hatta Zainal dan jajaran Kwarda Kaltim.(yans/sul/hmsprov)

Foto 1 - 2 

Wagub Kaltim HM Mukmin Faisyal HP memimpin peringatan Hari Pramuka ke-53 di  di halaman Kantor Bupati Kutai Timur. Wagub juga menyematkan tanda penghargaan Gerakan Pramuka kepada para penggiat Pramuka di Kaltim.  (masdiansyah/humasprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation