Gubernur : Generasi Muda Jangan Malas

Peringatan Hardiknas dan Pembukaan O2SN 2013 di Kaltim


SAMARINDA- Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak meminta generasi muda  tidak bermalas-malasan.  Generasi muda Kaltim harus memiliki kemampuan yang andal agar  mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Program Beasiswa Kaltim Cemerlang merupakan bukti perhatian besar Pemprov Kaltim  untuk menyiapkan generasi muda Kaltim yang lebih berdaya saing.  
“Pendidikan Kaltim harus berkualitas dan berkeadilan. Daerah terpencil dan perbatasan harus mendapatkan pendidikan yang sama dengan masyarakat perkotaan. Karena itu, generasi muda diharapkan tidak bermalas-malasan. Harus rajin dan teruslah belajar,” kata Awang Faroek usai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan pembukaan Olimpiade Olahraga dan Seni Nasional (O2SN) Kaltim di Lapangan Parkir Stadion Madya Sempaja Samarinda, Kamis (2/5).
Pemprov Kaltim lanjut Awang, tidak membeda-bedakan perhatian untuk masyarakat perkotaan maupun masyarakat di wilayah perbatasan dan tertinggal. Semua mendapat perhatian yang sama. Komitmen Kaltim dalam bidang pendidikan ini pun mendapat penghargaan sejumlah kementerian pusat.
“Ke depan, kita harus menciptakan program pendidikan yang lebih bagus dengan koordinasi semua pihak, baik  eksekutif, legeslatif, lembaga pendidikan, maupun swasta. Kita akan ciptakan para pilot atau masinis dan lainnya, yang semuanya nanti sangat dibutuhkan di Kaltim," jelasnya.
Satu contoh, Pemprov dan swasta mendirikan perusahaan penerbangan dan transportasi kereta api, namun orang luar yang bekerja dan menjadi pekerjanya. “Saya berharap anak-anak kita bisa masuk di pendidikan tersebut dan bekerja di daerah ini,” jelasnya.
Kemudian mengenai O2SN tingkat provinsi diharapkan dapat berlangsung tertib dan peserta mampu menjunjung tinggi sportivitas. Sebab, dengan menjunjung tinggi sportivitas tentu akan meningkatkan tali silaturrahim antar pelajar agar lebih baik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim H Musyahrim mengatakan hingga saat ini Pemprov Kaltim tidak pernah menerima informasi ada anak di Kaltim yang tidak mendapatkan pelayanan pendidikan.
“Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak telah mencanangkan pendidikan Wajib Belajar 12 tahun. Sedangkan pusat baru 9 tahun,” jelasnya. 
Pemprov juga memberikan bantuan operasional sekolah,  sehingga tidak ada alasan tidak ada biaya atau anak-anak tidak bisa melanjutkan pendidikan.  Belum lagi untuk perluasan akses, Pemprov juga memprogramkan penambahan ruang kelas dan unit sekolah baru.
“Kami berharap tidak ada lagi anak Kaltim yang tidak mendapatkan pelayanan pendidikan,” jelasnya.
Sedangkan terkait pelaksanaan O2SN, diharapkan dapat dihasilkan atlet pelajar berprestasi, baik tingkat nasional maupun internasional. Apalagi, tahun ini Kaltim dipercaya menjadi pelaksana O2SN tingkat nasional yang akan digelar di Balikpapan, Juli mendatang.
Pelaksanaan O2SN Kaltim digelar 1-5 Mei 2013 dipusatkan di Komplek Stadion Madya Sempaja Samarinda. Peringatan Hardiknas dan pembukaan O2SN tingkat provinsi juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan dan bantuan beasiswa, bantuan sosial pendidikan, kecakapan hidup dan bantuan hibah oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. (jay/hmsprov).

////Foto: HARDIKNAS - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, Wagub Farid Wadjdy, Ketua DPRD Mukmin Faisal dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim H Musyahrim saat menekan tombol sirine pada pembukaan Olimpiade Olahraga dan Seni Nasional (O2SN) Kaltim

 

Berita Terkait