Gubernur: Jaga Pasokan dan Distribusi BBM di Kaltim

Pertemuan dengan GM Pertamina UP V Balikpapan

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak berharap PT Pertamina Unit Pemasaran (UPms) VI Regional Kalimantan menjaga pasokan dan distribusi BBM (Bahan Bakar Minyak) untuk wilayah Kaltim, sehingga tidak terjadi kelangkaan.
Hal itu diungkapkan Gubernur Awang Faroek Ishak saat bertemu dengan General Manager Pertamina UPms VI Regional Kalimantan Fariz Azis bersama jajaran di ruang rapat Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (15/1).
“Jaga betul pasokan BBM di Kaltim, jaga betul distribusinya. Karena belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, kelangkaan BBM dapat memicu konflik horisontal di kalangan masyarakat. Kita harus benar-benar menjaga, jangan sampai kejadian yang lalu terulang lagi. Kutai Barat, Mahakam Ulu dan daerah pedalaman lainnya harus diperhatikan pelayanannya dan dijaga pasokannya, jangan sampai terganggu,” ungkap Awang Faroek.
Awang Faroek juga meminta kepada jajaran Pertamina UPms VI agar bisa memindahkan Depo Pertamina yang terletak di Jalan Cendana dan Jalan Slamet Riyadi, karena wilayahnya sangat dekat dengan permukiman. Selain dapat membahayakan masyarakat, kerap kali juga menimbulkan kemacetan karena adanya aktivitas di depo tersebut.
Selanjutnya, Pertamina juga diminta untuk segera menambah depo di wilayah utara Kaltim, misalnya di Berau. Hal itu dilakukan guna memenuhi kebutuhan bahan bakar pesawat, karena frekuensi penerbangan di Bandara Kalimarau terus meningkat seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kepulauan Derawan.
“Frekuensi airline semakin meningkat di Berau dan itu membutuhkan pasokan avtur yang cukup. Begitu juga di Tarakan. Dan dalam waktu dekat Samarinda dengan Bandara Samarinda Baru (BSB) akan menyusul,” ucapnya.
Selain itu, pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Trans Kalimantan Economic Zone (MTKEZ) yang didalamnya terdapat Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy serta industri downstream batu bara, juga memerlukan dan membutuhkan dukungan BBM, khususnya solar.
“Pertamina harus mengantisipasi itu, karena jika diresmikan oleh Presiden kebutuhan BBM untuk downstream batubara akan meningkat dan perlu dipasok,” katanya.
Awang Faroek juga mengusulkan agar mahasiswa lulusan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) khususnya jurusan perminyakan dapat diakomodir oleh Pertamina. Pada kesempatan itu, Gubernur menyampaikan rencana pembangunan empat SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) di rest area jalan tol Balikpapan-Samarinda, yakni masing-masing dua unit di sisi kanan dan kiri jalan.
Sementara itu, GM Pertamina UPms VI Regional Kalimantan Fariz Azis mengatakan setelah pertemuan dengan gubernur, pihaknya akan segera melanjutkan dengan rapat internal di kalangan Pertamina, untuk melihat mana dari usulan gubernur yang bisa segera ditindaklanjuti dan dilaksanakan sesuai dengan kewenangan.
“Ketika ada permasalahan terkait pasokan dan distribusi, kamilah orang pertama yang bisa Pak Gubernur hubungi,” ucapnya. (her/hmsprov).

////FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersama General Manager Pertamina UPms VI Regional Kalimantan Fariz Azis.(fajar/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait
Government Public Relation