Gubernur : Kaltim Air Untuk Kebutuhan Masyarakat

SAMARINDA–Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersama jajaran Pemprov Kaltim, Wakil Ketua DPRD Kaltim H Aji Sofyan Alex dan anggota DPRD Kaltim lainnya, serta pimpinan perusahaan yang beroperasi di Kaltim melakukan pertemuan untuk membahas pembangunan jembatan udara melalui maskapai penerbangan Kaltim Airlines.

Pada pertemuan yang dilaksanakan di Pendopo Lamin Etam, Kamis (28/2) malam, juga dihadirkan CSE Aviation, yang melakukan presentasi terkait rencana membangun kembali “Kaltim Airlines”.

CSE Aviaton adalah sebuah lembaga konsultan internasional di bidang industri penerbangan, yang diawaki oleh tiga profesional, Samudra Sukardi, Marsekal (Purn.) Chappy Hakim dan mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia Edwin Soedarmo.

Dalam presentasinya, CSE Aviation menilai jembatan udara di Kaltim akan menjadi terobosan untuk penggerak mobilisasi orang dan barang secara murah dan aman, mengingat kondisi geografis Kaltim yang cukup unik sehingga transportasi antardaerah sulit untuk dijangkau jika melalui jalan darat.

“Dengan kondisi Kaltim yang sekarang dibutuhkan lebih dari 10 sampai 20 tahun ke depan untuk membuka akses transportasi darat yang menghubungkan seluruh Kaltim. Di sinilah perlunya Kaltim Airlines yang akan menjadi jembatan udara untuk membuka keterisolasian di Kaltim melalui jalur udara,” ucap Chappy Hakim.

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, mengungkapkan kondisi Kaltim sekarang ini sangat memungkinkan untuk membangun sebuah jembatan udara didukung dengan 18 bandara yang tersebar di seluruh Kaltim. Menurut dia, Kaltim Airlines dapat menjadi salah satu solusi bagi konektivitas daerah di Kaltim.

Terkait presentasi dari CSE Aviation yang nanti akan bekerja sama dengan Perusda Melati Bhakti Satya dan PT Kaltim Aviation Holding, Gubernur Awang Faroek akan menunggu respon dari DPRD Kaltim dan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kaltim.

“Setelah pertemuan ini, dalam sepuluh hari ke depan kita akan bertemu kembali untuk membahas kelanjutannya. Saya harap ada respon positif baik dari anggota DPRD yang terhormat maupun dari perusahaan-perusahaan yang ingin bergabung dalam maskapai Kaltim Airlines,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, pembangunan jembatan udara Kaltim melalui maskapai penerbangan Kaltim Airlines tidak semata untuk bisnis, melainkan untuk kepentingan masyarakat banyak, khususnya di kawasan perbatasan yang selama ini masih belum terjangkau oleh fasilitas transportasi baik darat maupun udara.

“Kebutuhan masyarakat lah yang kita utamakan diatas segalanya,” tegasnya.

Untuk koordinasi selanjutnya, Gubernur meminta kepada masing-masing perusahaan agar berkoordinasi sesuai sektornya. Seperti perusahaan lingkup pertambangan koordinatornya adalah Kepala Dinas Pertambangan Kaltim, H Amrullah. Untuk sektor kehutanan koordinasi dilakukan oleh Kepala Dinas Kehutanan H Hairil Anwar dan untuk perkebunan koordinatornya adalah Kepala Dinas Perkebunan, Hj Etnawaty.

Perusahaan lainnya yang bergerak di luar sektor pertambangan, perkebunan dan kehutanan, akan dikoordinasikan oleh Biro Ekonomi Setda Prov Kaltim. Sedangkan koordinator secara keseluruhan adalah Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Prov Kaltim HM Sa’bani.

“Jadi bagi perusahaan-perusahaan yang hadir di sini silahkan berkomunikasi dan berkoordinasi sesuai dengan lingkup sektornya masing-masing,” tambahnya.

Pada pertemuan itu juga dipresentasikan pembangunan Kota Mandiri Berwawasan Lingkungan “Parapatan Lestari” di Kabupaten Berau, yang dibangun oleh PT Berau Coal diatas lahan eks tambang yang luasnya kurang lebih 1.000 hektare.  (her/hmsprov).

Foto: JEMBATAN UDARA. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersama peserta pertemuan membangun kembali “Kaltim Airlines”. (heru/humasprov kaltim).

Berita Terkait
Government Public Relation