Gubernur : Kaltim Tidak akan Beli Atlet Luar Daerah

Kaltim Bersiap Laga PON Jabar

SAMARINDA- Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan bahwa Kaltim tidak akan membeli atlet luar daerah karena saat ini Kaltim sudah menyiapkan atlet-atlet berkualitas, salah satunya melalui Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI). SKOI dan sekolah olahraga lainnya diharapkan mampu mencetak atlet yang dapat membanggakan nama daerah, mulai tingkat nasional hingga internasional. 

“Saya yakin Kaltim akan mampu menciptakan atlet-atlet berkualitas dan dapat membanggakan nama daerah serta negara. Dengan keberadaan SKOI diharapkan Kaltim ke depan tidak akan lagi membeli atlet luar daerah. Bahkan, jika melihat atlet yang mengikuti desentralisasi mandiri jelang PON XIX, saya yakin atlet Kaltim mampu mempertahankan prestasi yang telah kita capai,” kata Awang Faroek Ishak usai pencanangan Puslatda Desentralisasi atlet PON Kaltim dan rapat anggota KONI Kaltim jelang PON XIX Jawa Barat 2016 di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (6/2). 

Gubernur berharap seluruh atlet Kaltim dapat mempersiapkan diri, terutama semua pengurus cabang olahraga (cabor) dapat mempersiapkan atlet masing-masing. Termasuk  seluruh pembina dan pengurus diharapkan turun ke lapangan untuk melihat kondisi atlet saat berlatih. Pemprov Kaltim dan DPRD Kaltim siap memberikan dukungan demi sukses prestasi atlet Kaltim di even PON XIX Jawa Barat. 

Gubernur juga berharap agar para bupati dan walikota serta instansi vertikal se-Kaltim dapat berpartisipasi untuk membantu menyukseskan prestasi atlet-atlet Kaltim.

“Yang jelas Pemprov Kaltim akan bersatu padu untuk mendukung.  Saya juga berharap panitia desentralisasi lebih aktif ke lapangan, bukan hanya namanya saja tercantum di SK panitia. Atlet  kita juga perlu perhatian dan tentu butuh pembinaan yang baik. Prestasi menjadi juara tidak datang tiba-tiba, tetapi melalui proses yang panjang. Karena itu, saya berharap semua pihak terutama pelatih dan pengurus memahami benar hal ini,” tegasnya. 

Sementara itu, Ketua KONI Kaltim Dr H Zuhdi Yahya mengatakan atlet dan pelatih yang mengikuti Puslatda Desentralisasi berjumlah 518 orang. Mereka akan berada dalam desentralisasi selama 2 tahun 2 bulan, mulai Januari 2014. Sedangkan sentralisasi selama 6 bulan mulai Maret hingga September 2016.Acara juga dirangkai dengan penyerahan bonus atlet dan pelatih berprestasi di Sea Games XXVII Myanmar. 

Masing-masing mereka mendapatkan Rp12,5 juta untuk medali emas, Rp8 juta untuk medali perak dan perunggu Rp5,5 juta. Sedangkan untuk pelatih atlet yang meraih medali emas mendapatkan Rp12,5 juta. (jay/hmsprov)

//Foto: KALTIM MAMPU. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dan Wagub Kaltim H Mukmin Faisyal bersama pengurus KONI dan atlet berprestasi Kaltim. (fajar/humasprov kaltim

Berita Terkait