Gubernur : Silaturrahmi sebagai Ajang Tukar Menukar Informasi

Gubernur : Silaturrahmi sebagai Ajang Tukar Menukar Informasi

 

SAMARINDA- Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengemukakan bahwa silaturrahmi yang biasa dilaksanakan Pemprov Kaltim dengan sejumlah masyarakat maupun tokoh masyarakat memiliki makna yang penting.

Karena, tidak hanya sekedar bertemu dalam rangaka meningkatkan ukhuwah islamiyah baik di bulan suci Ramadhan maupun di bulan lain, tetapi silaturrahmi dapat pula dijadikan sebagai ajang tukar-menukar informasi, berbagi pengalaman dan pengetahuan antar sesama.

”Silaturrahmi diharapkan dapat menjadi ajang tukar menukar informasi, sehingga apa yang menjadi keluhan dan kritikan masyarakat maupun para tokoh dapat diketahui dan dilaksanakan Pemprov Kaltim. Karena apa yang dilakukan Pemprov Kaltim juga banyak, sehingga tidak semua masalah dapat diselesaikan secara bersamaan,” kata Awang Faroek Ishak baru-baru ini dalam acara silaturrahmi bersama tokoh masyarakat dan MUI Kaltim, serta ulama di Pendopo Lamin Etam.

Selain itu, setiap pertemuan diharapkan menjadi sarana membuka wawasan masyarakat, terutama para alim ulama dan pengurus masjid untuk meningkatkan peran dan fungsinya, sekaligus memahami permasalahan dan melakukan langkah-langkah kongkret dalam turut serta membangun kehidupan umat beragama di Kaltim yang lebih baik, makmur dan sejahtera.

Masyarakat patut bersyukur bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa telah memberikan kemudahan dalam pembangunan dan kehidupan umat di Kaltim selama ini, sehingga berlangsung dengan baik.

”Bahkan sejumlah rumah ibadah telah dibangun dan pemahaman umat pada ajaran agama juga meningkat. Begitu pula dengan toleransi antar-umat beragama, sangat baik. Meskipun Islam adalah agama mayoritas yang dianut oleh penduduk Kaltim, akan tetapi antar sesama umat beragama dapat saling menghargai dan hormat-menghormati,” jelasnya.

Pemprov Kaltim berkomitmen tidak membeda-bedakan antara satu penganut agama dengan penganut agama lainnya. Semua agama mendapat tempat dan hak yang sama untuk diperhatikan dan dibina dengan baik. Keragaman agama, suku (etnis), adat-istiadat dan budaya yang ada di Kaltim harus dijadikan sebagai anugerah Tuhan dan menjadi kekuatan untuk bersatu membangun, mencapai cita-cita dan memajukan bangsa dan negara ini ke arah yang lebih baik dan sejahtera.

Sehubungan dengan itu, gubernur berharap para alim ulama dan tokoh masyarakat, terutama yang tergabung dalam MUI, selain senantiasa meningkatkan pembinaan keimanan dan ketaqwaan pada umat, juga dapat menjadi pelopor terdepan dalam menggugah kesadaran umat dalam meningkatkan toleransi antar umat beragama.

“Untuk itu, MUI bersama Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) yang sudah terbentuk di Kaltim, kiranya terus dapat menjalin kerjasama dan membangun komunikasi dengan baik sehingga tercipta kerukunan atau toleransi dalam kehidupan beragama di Kaltim akan semakin membaik,” jelasnya.

Selain itu, Pemprov Kaltim juga menganggap sangat penting kehadiran para ulama di tengah masyarakat dalam rangka memperbaiki dan membangun akhlak generasi muda dan moral bangsa melalui pembangunan watak (character building).

Karena pada prinsipnya pemerintah ingin membangun manusia yang berakhlak, berbudi pekerti, dan berperilaku baik. “Kita juga ingin memiliki peradaban yang unggul dan mulia. Namun peradaban demikian dapat kita capai apabila masyarakat kita juga merupakan masyarakat yang baik (good society),” jelasnya.

Menurut dia, masyarakat yang baik sebenarnya dapat diwujudkan dari sejak dini melalui pendidikan karakter di sekolah-sekolah maupun pendidikan non-formal di dalam masyarakat seperti melalui TK/TP Al Qur’an yang sudah banyak berdiri di Kaltim.

Anak-anak yang Muslim, harus diajarkan dari sejak kecil tentang pemahaman agama, lebih khusus melalui pengajian Kitab Suci Al Qur’an sebagai petunjuk dan jalan keselamatan hidup di dunia dan di akhirat.

Selain itu, tidak kalah pentingnya untuk mendapat perhatian adalah kehadiran para remaja dan pemuda muslim melalui organisasi Ikatan Remaja Langgar maupun Ikatan Remaja Masjid (Irla/Irma) dan melalui organisasi Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) yang selama ini juga cukup banyak berkiprah dalam pembinaan pemuda dan remaja.

Hal ini juga perlu mendapat perhatian Dewan Masjid Indonesia (DMI). Para pemuda dan remaja masjid harus dapat dirangkul dengan baik dengan melibatkan mereka pada setiap kegiatan keagamaan.

“Semoga dengan demikian, masjid akan selalu tampak ramai karena dimakmurkan oleh umatnya dengan berbagai kegiatan keagamaan. Hal ini tentunya juga sekaligus merupakan syiar Islam dan menjadi kebanggaan kita bersama,” jelasnya.(jay/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation