Gubernur : Trans Studio Tetap di Samarinda

Taman Bermain dan Hiburan dalam Ruangan Terbesar

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan, Trans Studio tetap akan dibangun di Samarinda. Dari hasil pertemuan dengan CEO Trans Corp Chairal Tanjung, belum lama ini, disepakati bahwa taman bermain dan hiburan dalam ruangan terbesar di Kaltim itu  akan tetap dibangun di Samarinda.

Saat ini sudah dilakukan pengukuran lahan eks lahan Lamin Indah di Jalan Bhayangkara Samarinda yang direncanakan menjadi lokasi Trans Studio. 

“Pertemuan terakhir dengan Pak Chairal Tanjung, bahwa Trans Studio di Kaltim tetap akan dibangun di Samarinda. Sekarang sedang persiapan teknis di lapangan. Badan Pertanahan Nasional sedang melakukan pengukuran lahan,” kata Awang Faroek Ishak di Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (27/2).

Menurut dia, hal tersebut tidak perlu lagi dipermasalahkan. Diharapkan dalam waktu dekat groundbreaking sudah bisa dilakukan. Pembangunan Trans Studio merupakan kerjasama Trans Corp dengan Perusahaan Daerah (Perusda) Melati Bhakti Satya (MBS).

Selain taman bermain dan sarana hiburan, di lokasi tersebut rencananya juga akan dibangun hotel dan pusat perbelanjaan. Masyarakat patut menyambut baik rencana ini.Kerjasama ini sudah diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Direktur Utama PT Trans Corporation, Chairal Tanjung dan Direktur Perusda MBS, Sabri Ramdhany, tahun lalu. 

“Kehadiran Trans Corp akan mempercepat pertumbuhan ekonomi Samarinda," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Biro Kerjasama dan Penataan Wilayah Setprov Kaltim Tri Murti Rahayu mengatakan Trans Corp sudah sepakat dengan lokasi pembangunan Trans Studio di eks lahan Lamin Indah yang telah dituangkan dalam memorandum of understanding (MoU)

.“Karena di dalam perjanjian tersebut lokasi pembangunan akan dilakukan di Samarinda, maka hal itu tidak bisa dipindah. Yang jelas, pihak Trans Corp pasti telah mempertimbangkan untuk pembangunan di Samarinda, baik mengenai dampak lain dari pembangunan tersebut, mulai banjir hingga kemacetan lalu lintas. Makanya mereka berani menandatangani kerjasama tersebut,” jelasnya.

Pembangunan Trans Studio di Samarinda akan dibangun di atas lahan seluas 4,8 hektar dan akan diperluas hingga 8 hektar. (jay/sul/hmsprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation