Gubernur: 15 Kabupaten dan Kota Harus Punya Bandara

Bangun Konektivitas Antar Kabupaaten/Kota di Kaltim dan Kaltara

SAMARINDA–Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak meminta kepada jajaran Dinas Perhubungan Kaltim agar segera menyusun rencana pembangunan bandara di 15 kabupaten/kota se Kaltim dan Kaltara. Hal itu dilakukan guna mendukung percepatan pembangunan dan mewujudkan interkonektivitas daerah antar kedua provinsi.
“Balikpapan, Berau dan Tarakan sudah memiliki bandara yang representatif, Samarinda segera menyusul. Sedangkan kabupaten/kota lainnya juga sudah ada yang memiliki bandara namun ada juga yang belum. Semua kabupaten/kota di Kaltim dan Kaltara harus memiliki bandara, termasuk Kabupaten Mahakam Ulu sebagai kabupaten pemekaran di Kaltim,” kata Awang Faroek akhir pekan lalu.
Bagi kabupaten/kota yang sudah memiliki bandara, Awang Faroek meminta agar segera meningkatkan fasilitas bandara. Khususnya landasan pacu yang ditingkatkan menjadi minimal 1.800 meter, sehingga dapat didarati pesawat jenis ATR-42 dan ATR-72. Sedangkan bagi kabupaten/kota yang belum memiliki bandara, diminta untuk segera membuat perencanaan pembangunan bandara.
Untuk kawasan perbatasan, Awang Faroek menegaskan pembangunan dan peningkatan tiga bandara, yakni di Yuvai Semaring Long Bawan di Kabupaten Nunukan, Long Ampung di Kabupaten Malinau, dan Datah Dawai di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) akan terus dilanjutkan. Seperti diketahui, pembangunan ketiga bandara tersebut dilakukan Pemprov bekerjasama dengan TNI AD melalui Operasi Bhakti Kartika Jaya.
“Ketiga bandara tersebut menjadi sangat penting dan strategis. Karena selain sebagai jalur distribusi bahan pokok di kawasan perbatasan dan memacu percepatan pembangunan serta pertumbuhan ekonomi di perbatasan, juga bisa difungsikan sebagai sarana pengamanan dan ketahanan negara di perbatasan,” jelasnya.
Keberadaan bandara di 15 kabupaten/kota di Kaltim dan Kaltara, lanjut Awang Faroek akan berperan penting dalam upaya mewujudkan konektivitas antar kabupaten/kota pada kedua provinsi tersebut. Hal itu juga seiring dengan upaya Pemprov Kaltim untuk membangun jembatan udara melalui Kaltim Airlines.
“Bandara di 15 kabupaten/kota tersebut nantinya akan didarati oleh pesawat jenis ATR milik maskapai penerbangan Kaltim Airlines. Sehingga masyarakat Kaltim dan Kaltara yang ingin bepergian antar kabupaten/kota tidak lagi bergantung dengan jadwal dari maskapai penerbangan lain yang tidak selalu ada setiap harinya,” harapnya. (her/hmsprov)

//Foto: Pembangunan Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan dalam tahap penyelesaian. (dok/humasprov kaltim).

Berita Terkait