Gubernur Ajak Pertamina Jadikan SDA Bukan Kutukan

SAMARINDA- Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengajak manajemen PT Pertamina (Persero) menjadikan sumber daya alam (SDA) di daerah ini bukan merupakan kutukan dari Tuhan kepada rakyat. Artinya, SDA yang ada harus betul-betul dimanfaatkan demi kepentingan kesejahteraan rakyat Kaltim dan Indonesia pada umumnya.

Karena, hasil dari minyak dan gas (Migas) yang dikelola oleh Pertamina yang memiliki komitmen sebagaipertamina solusi bahan bakar berkualitas dan ramah lingkungan , maupun Pemerintah Daerah juga menjadi bagian dari tanggungjawab Pemerintah Pusat. Pasalnya, hasil dari pengelolaan itu tidak hanya dinikmati rakyat Kaltim tetapi rakyat se Indonesia.

“Kondisi ini telah ditanamkan sejak zaman Kerajaan Kutai, yakni ketika pada saat kepemimpinan Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Sultan ketika itu memberikan konsesi kepada Belanda melalui pertambangan minyak di Balikpapan kepada Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) yang setelah Indonesia merdeka menjadi PN Pertamina (perusahaan milik negara),” kata Awang Faroek Ishak ketika menerima kunjungan kerja (Kunker) Direktur Pengolahan PT Pertamina (Persero) Rachmad Hardadi di di Ruang Pertemuan Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, Jumat (4/3).   

Menurut Awang, ketika zaman Sultan Aji Muhammad Sulaiman, konsesi itu diharapkan dapat mendukung pengembangan pengelolaan pertambangan miyak di daerah demi kesejahteraan rakyat. Pengelolaan minyak tersebut terbagi di Sanga-Sanga, Tarakan dan Balikpapan.

Karena itu, Awang menyatakan bahwa sejak dulu daerah ini sudah berbakti untuk Negara, khususnya pengembangan pengelolaan miyak. Sehingga ada pernyataan bahwa singkatan KUTAI adalah kupersembahkan untuk tanah airku Indonesia.

“Jadi, namanya saja saya Gubernur, tetapi kami tidak menguasai tentang produksi minyak tersebut. Karena yang mengetahui adalah Pertamina, BUMN dan para kontraktor-kontraktor minyak. Makanya itu, ketika HUT Provinsi baru-baru ini, mungkin hanya Kaltim yang memberikan penghargaan bagi para pekerja yang di pengelolaan minya dan gas di Blok-Blok yang ada di daerah sebanyak tiga orang. Penghargaan ini diberikan karena mereka adalah pahlawan devisa bagi Negara ini,” jelasnya.

Direktur Pengolahan PT Pertamina (Persero) Rachmad Hardadi mengatakan tujuan kunjungan tersebut adalah silaturrahim dan menyampaikan informasi terkait pengembangan pembangunan infrastruktur yang akan dilakukan Pertamina di daerah.

“Sebagai pimpinan di daerah, maka kami wajib bersilaturrahim ke Pemprov Kaltim khususnya kepada Gubernur. Gubernur Awang Faroek Ishak kami mengenal sangat baik dengan manajemen Pertamina, sehingga kami harus berkomunikasi dengan baik,” jelasnya.(jay/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation