Gubernur Ajak Warga Kaltim Terus Jaga Kondusifitas Daerah


SAMARINDA - Kerukunan antarumat beragama, suku, budaya dan etnis di Kaltim dinilai telah berjalan baik. Hal ini terbukti dari kondusifitas daerah yang selalu terjaga dengan baik. Mulai Pemilihan Legislatif, Pemilihan Presiden hingga Pemilihan Gubernur (Pilgub) di Kaltim semua  berjalan aman dan tertib.

Kondisi ini menunjukkan bahwa keamanan Kaltim terjaga dengan baik. Namun demikian, kondisi tersebut tidak akan dapat terwujud apabila tidak didukung  seluruh mayarakat, melalui komunitas atau forum kebangsaan yang didirikan sejak 14 tahun. Kaltim bahkan sudah membantuk forum koordinasi deteksi dini di masing-masing daerah jauh sebelum instruksi Menteri Dalam Negeri.

“Jadi, Kaltim sudah lebih dulu membentuk forum deteksi dini dengan sebutan Forum Komunikasi Persaudaraan Antar Masyarakat Kalimantan Timur (FKPMKT) yang kini termasuk dalam  Forum Kebangsaan Kaltim,” kata Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, di Samarinda, Sabtu (30/7).

Adanya forum  tersebut,  mampu menjaga kerukunan masyarakat di Kaltim, bahkan tidak ada konflik antaretnis, suku dan agama selama ini. Kondisi ini menunjukkan masyarakat Kaltim mampu hidup rukun dan tertib.

Selain itu, Awang juga memberikan apresiasi atas terbentuknya Forum Koordinasi Pencegahan dan Rehabilitasi Narkoba (FKPN) Kaltim. Melalui forum ini, diharapkan Kaltim mampu menurunkan Prevalensi penyalahgunaan Narkoba. 

“Narkoba adalah salah satu musuh masyarakat. Karena itu, saya minta forum ini bisa dibentuk di 10 kabupaten/kota di Kaltim, sehingga dapat membantu aparat kepolisian maupun Badan Narkotikan Nasional (BNN) untuk memberantas penyalahgunaan narkoba. Begitu juga dengan forum yang lain dapat dibentuk di kabupaten/kota,” tegasnya. 

Awang juga memberikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo beserta jajaran Kejaksaan dan Polri yang telah menerapkan hukuman mati bagi terpidana mati kasus narkotika.

“Saya yakini pelaku lainnya juga akan menerima hal yang sama. Tindakan tersebut diharapkan dapat mencegah tingginya penyalahgunaan Narkoba di Negara ini,” jelasnya. (jay/sul/es/humasprov)

Berita Terkait