Gubernur Apresiasi Kerja Polri-TNI Jaga Keamanan Kaltim

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada pihak Kepolisian Daerah Kaltim dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menjaga situasi keamanan Kaltim, sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan iklim investasi dapat terjamin.
"Keamanan dan ketertiban Kaltim saat ini tidak lepas dari peran Polri dan TNI serta partisipasi seluruh masyarakat Kaltim dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban. Situasi ini harus dipertahankan karena  tahun 2013 Kaltim akan menyelenggarakan pesta demokrasi," harap Awang Faroek dalam pidatonya di DPRD Kaltim, Jumat pekan lalu (3/4).
Dijelaskan, penilaian Indek Demokrasi  Kaltim pada 2008 hanya 51,01 persen atau menempati urutan 30 dari 33 provinsi di Indoensia. Setelah dua tahun kemudian tepatnya tahun 2012, Indek Demokrasi di Kaltim meningkat menjadi 73,04 persen dan berada pada urutan ke-4 se-Indonesia.
Gubernur mengingatkan, bahwa pesta dekmokrasi Pemilihan Kepala Daerah secara Langsung akan dilaksanakan di beberapa kabupaten/kota. Begitupun dengan Pemilukada Gubernur yang akan berlangsung pada 10 September. Adapun Pemilukada di kabupaten/kota adalah Kota Tarakan pada Oktober dan penajam Paser Utara yang telah berlangsung April lalu.
Begitupun dengan partisipasi masyarakat dalam memberikan haknya pada saat Pemilukada cukup tinggi. Ini terlihat dari pelaksanaan Pemilukada sejak 2008 hingga 2013 dengan tingkat partisipasi masyarakat pemilih selalu diatas 50 persen. Contohnya adalah pelaksanaan Pemilukada Penajam Penajam Paser Utara hingga mencapai 77,25 persen dari 72.607 pemilih.
Sementara itu, catatan Polda Kaltim, selama 2012 tindak kriminalitas sebanyak 11.234 kasus, pencurian ikan enam kasus, pencurian dan penyelundupan kayu 81 kasus, unjuk rasa politik empat kasus, unjuk rasa ekonomi empat kasus dan kasus pemogokan tenaga kerja ada 16 kasus.
Kerndati demikian, umumnya situasi dan kondisi Kaltim aman dan terjaga, namun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi konflik antar kelompok dan konflik bermuatan Suku , Agama, Ras dan Antargolongan (SARA), jika tidak ada kebersamaan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
"Penyelesaian konflik secara cepat dan tepat oleh Polri dan TNI serta tokoh-tokoh masyarakat sangat saya hargai agar konflik tidak meluas dan dapat meredam konflik secara dini. Sehingga situasi Kaltim yang aman dan damai dapat terus terjaga, sampai kapanpun," ujarnya.(yul/hmsprov).
 

Berita Terkait