Gubernur Bahas Banjir di Monorel Dubai, Pemprov Siap Gandeng TNI, SKM Segera Dikeruk

Gubernur Isran Noor saat meninjau lokasi warga yang tertimpa bencana banjir. (dok/ist)

LONDON - Meski harus fokus memimpin delegasi Kaltim untuk Indonesia Infrastructure Investment Forum (IIIF) di St Paul's, 200 Aldersgate London, EC1A 4HD, Selasa, 2 Juli 2019, Gubernur Isran Noor masih terus mencari cara menangani banjir di sejumlah daerah di Kaltim.

Bahkan saat transit di Dubai International Airport, Uni Emirat Arab, Minggu malam (waktu Dubai) atau Senin pagi (1/7/2019) waktu Indonesia, Gubernur Isran Noor terlihat berbincang serius dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR dan Pera) Kaltim HM Taufik Fauzi dan Kepala Dinas Perhubungan Kaltim H Salman Lumoindong membahas langkah-langkah segera untuk penanganan banjir di ibu kota Kaltim, Samarinda.

Diskusi mereka lakukan di area ruang tunggu hingga ke dalam monorel menuju Gate 13 sebelum keberangkatan selanjutnya ke Bandara Gatwick, London.

Menurut Isran, khusus untuk Samarinda,  pengerukan Sungai Karang Mumus (SKM) harus dilakukan karena pendangkalan di sejumlah titik SKM bahkan sudah mencapai 75 hingga 80 persen.  Dampaknya jelas terlihat saat hujan dengan intensitas tinggi ditambah air pasang Sungai Mahakam, maka air SKM akan meluap ke jalan dan rumah-rumah penduduk, dan selanjutnya terjadilah banjir.

"Di awal ini kita sudah siapkan Rp1,9 miliar. Nanti akan kita tambah lagi Rp20 miliar di APBD Perubahan 2019. Kita swakelolakan kerja sama dengan TNI. Saya sangat berharap masyarakat  mendukung upaya pemerintah untuk menangani banjir ini," kata Isran.

Untuk program pengendalian banjir ini, Pemprov Kaltim akan bekerja sama dengan Kodam VI Mulawarman, ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Gubernur Kaltim dan Danrem 091/ASN untuk pekerjaan swakelola pengerukan SKM melalui APBD 2019. Untuk mendukung kelancaran penanganan permasalahan banjir ini, koordinasi intensif dilakukan dengan Pemkot Samarinda dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III sebagai perpanjangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Dinas PU Kaltim dan Korem 091/ASN bertugas melakukan pengerukan, BWS melakukan penurapannya dan Pemkot Samarinda melakukan sosialisasi kepada warga yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai (DAS)," sebut Isran.

Kepala Dinas PUPR Kaltim HM Taufik Fauzi menambahkan koordinasi intensif dilakukan dengan jajaran terkait di Pemkot Samarinda. Aksi yang akan segera dilakukan adalah mengeruk sejumlah titik sungai yang terjadi pendangkalan agar aliran air menjadi lancar. "Di antaranya di sekitar Gang Nibung di Jalan Dr Soetomo dan penyempitan sungai di belakang Pasar Segiri," tegasnya.

Taufik juga memastikan pihak Korem 091/ASN sudah menyiapkan berbagai sarana pendukung untuk pengerukan SKM ini. Peralatan yang disiapkan antara lain eksavator dan media pengangkut alat berat di sungai.

Pembuangan disposal dari lumpur dan sampah sungai itu pun sudah dibahas. Alternatifnya dibuang ke sejumlah lubang bekas tambang tidak jauh dari pusat kota. Beberapa lokasi lain juga dipertimbangkan menjadi lokasi pembuangan disposal  pengerukan SKM.

"Yang pasti Gubernur Isran Noor dan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi sangat serius melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah banjir di Samarinda dan daerah-daerah lainnya di Kaltim," tegas Taufik lagi.

Selain Samarinda, Pemprov Kaltim juga memberikan perhatian untuk pengendalian banjir di Kota Bontang dan Balikpapan. "Untuk Bontang saat ini sudah proses lelang. Programnya pengerukan Sungai Kuntung senilai Rp29 miliar," kata Kepala Dinas PUPR dan Pera Kaltim HM Taufik Fauzi di London, Selasa (2/7/2019).

Sedangkan untuk Kota Balikpapan bahkan sudah dilakukan penandatanganan kerja sama antara BWS, Pemkot Balikpapan dan Dinas PUPR Kaltim. Guna pengerukan Sungai Ampal di Balikpapan, Pemprov menyediakan ruang anggaran sekitar Rp20 miliar.

Selanjutnya segera dilakukan penandatanganan kerjasama dalam koordinasi Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU, Gubernur dan tiga walikota. (sul/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation