Gubernur: Beri Kontribusi dengan Karya Nyata


SAMARINDA - Dalam perjalanannya selama ini Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (Gepak) telah menunjukkan gerakan dan kiprah yang baik. Dulu orang menganggap Gepak  identik dengan premanisme, karena setiap ada demontransi pasti ada Gepak.

"Sekarang Gepak harus bisa menunjukan jati diri yang sebenarnya dan harus tampil profesional dan tidak masuk dalam politik praktis. Silakan anggota Gepak masuk partai apa saja, tapi jangan jadikan Gepak alat dari partai," tegas Awang Faroek Ishak pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)  Gepak XV Tahun 2016 yang berlangsung di Pendopo Odah Etam Samarinda, Ahad kemarin (30/1). 

Gubernur sangat mendukung semua ormas yang mampu berkontribusi dalam pembangunan dengan karya nyata dengan aktivitas positif untuk pembangunan. Sekaligus memperkokoh persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat.

"Untuk itu diharapkan agar masyarakat di Kalimantan tidak tinggal diam. Sebagai putra daerah Gepak harus bangkit bersama-sama, bersatu-padu membangun, bekerja dan berkarya sesuai tugas dan profesi masing-masing," kata Awang Faroek.

Gubernur juga minta anggota Gepak dapat terus meningkatkan   kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui  berbagai jenjang pendidikan. Karena dengan SDM yang unggul dan kemampuan profesional sajalah yang akhirnya dapat menjadikan suku-suku asli di Kalimantan memiliki harkat dan martabat, wibawa dan kehormatan. 

Menurutnya, hanya dengan SDM unggul pulalah suku-suku asli Kalimantan mampu mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam (SDA) Kalimantan yang sangat melimpah ini. 

Sebaliknya, jika SDM kita lemah, maka suku-suku asli Kalimantan akan tersisih dan hanya menjadi penonton di tengah maraknya aktivitas pembangunan dan dinamika kehidupan masyarakat dewasa ini.

"Oleh karena itu Gepak  pada umumnya, harus rajin belajar, rajin bekerja dan berkarya, serta terus berusaha meningkatkan profesionalismenya agar mampu berperan di daerahnya sendiri," kata Awang Faroek.

Gubernur juga mengimbau Gepak dan ormas lainnya, agar terus meningkatkan kepedulian, solidaritas, kerukunan dan saling tolong-menolong. Jangan merasa hebat sendiri, tetapi rangkul pula yang lain. Jangan merasa pintar sendiri, tapi ajari pula mereka yang bodoh dan ciptakan kader-kader penerus. (mar/sul/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation