Gubernur: Bisa Menjadi Pintu Masuk Terorisme dan Narkoba

Waspadai Daerah Perbatasan dan Pesisir

 

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan Kaltim yang memiliki wilayah perbatasan dengan Negara tetangga Malaysia sepanjang 1.038 kilometer merupakan pintu masuk yang harus diwaspadai. Khususnya  yang terkait tindak pidana terorisme dan Narkoba. 

"Demikian juga untuk daerah laut khususnya pada Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II Selat Makasaar juga harus kita jaga. Jangan sampai kedua bahaya laten tersebut masuk ke Kaltim melalui jalur laut maupun perbatasan yang memang sangat sulit dikontrol," ujar Awang Faroek di Samarinda belum lama ini.

Terkait jalur laut, dengan garis pantai yang sangat panjang, diakui hal tersebut menjadi salah satu kendala yang dihadapi Kaltim untuk melakukan pengawasan. Untuk itu, Awang berhadap kepada jajaran terkait seperti Bea Cukai berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, TNI dan Polri serta pemerintah kabupaten/kota agar dapat memberikan perhatian lebih dalam mengawasi perairan Kaltim. 

"Saya sudah bicara dengan pihak Bea Cukai untuk mengawasi kapal-kapal yang masuk ke perairan Indonesia, khususnya Kaltim yang tidak melalui pintu-pintu pelabuhan. Karena kapal-kapal tersebut dengan bebas melakukan bongkar muat di laut ataupun muara-muara. Bisa saja itu berpotensi pada kegiatan terorisme ataupun narkoba," jelasnya.

Disamping itu, lanjut Awang Faroek, FKPT (Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme) yang telah terbentuk di Kaltim harus mampu meredam kegiatan terorisme dan tidak memberikan ruang sedikitpun untuk masuk di Kaltim.

FKPT juga harus berkomunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan tiga forum lainnya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), guna mengantisipasi sejak dini bahaya terorisme.

Demikian halnya dengan bupati/walikota harus mampu bekerjasama dengan aparat keamanan TNI, Polri dan lainnya dalam mengantisipasi masuknya pendatang dari pintu gerbang di masing-masing kabupaten/kota, baik melalui pelabuhan maupun bandara. Selain itu, Awang Faroek juga meminta kepada kabupaten/kota agar segera membentuk empat forum yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan daerah tersebut.

"Kita harus menjaga stabilitas keamanan Kaltim agar tetap kondusif. Dukungan dari seluruh pihak sangat menentukan stabilitas keamanan Kaltim. Kepada masyarakat, jika melihat hal-hal yang meresahkan dan mencurigakan terkait terorisme, hendaknya dapat segera melaporkannya kepada aparat keamanan terdekat, sehingga segera ditindaklanjuti oleh aparat terkait," harapnya. (her/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation