Gubernur Buka Rakorda KKBPK se-Kaltim, Isran : Kalau Bisa Pertumbuhan Penduduk Minus

Gubernur Isran Noor menyaksikan penandatanganan kerjasama pembangunan dan pengembangan program KKBPK di Kaltim.(yuvita/humasprovkaltim)

SAMARINDA - Pertumbuhan penduduk Kaltim cukup rendah dan hingga saat ini masih terkendali. Walaupun pertumbuhan kecil, ujar Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor kalau tidak dikendalikan tetap saja berpengaruh terhadap kondisi lingkungan dan ekonomi.

Hal itu ditegaskan Isran Noor saat menghadiri sekaligus membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Tingkat Provinsi Kaltim Tahun 2019.

Rakorda yang digelar Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kaltim dihadiri Kepala Biro Perencanaan BKKBN RI Siti Fatonah dilaksanakan di Ballroom Hotel Selyca Mulia Samarinda.

Menurut Isran, sekecil apapun pertumbuhan penduduk pasti memberikan konsekuensi nyata bagi keseimbangan kehidupan "Kalau perlu pertumbuhan penduduk minus. Agar pengendalian lebih mudah dan beban ekonomi ringan," kata Isran Noor, Rabu (27/3/2019).

Apalagi lanjutnya, Kaltim yang memiliki wilayah cukup luas dengan sumber daya alam belum terkelola secara maksimal. "Negara yang jumlah penduduknya sedikit tentu tingkat kesejahteraannya baik. Demikian pula keluarga, kalau anggotanya sedikit maka kesejahteraannya tinggi," ujarnya.Karenanya, Isran berharap jajaran BKKBN mengoptimalkan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi remaja dalam pendewasaan usia perkawinan.

"Terus berupaya meningkatkan dan menguatkan peran dan fungsi keluarga. Selain terbentuk keluarga kecil sejahtera juga berkualias sebab terjamin kesehatan dan pendidikannya," harap Isran.

Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Eli Kusneli mengungkapkan laju pertumbuhan penduduk dan angka kelahiran total Kaltim terkendali. "Angka kelahiran total kita mencapai 2,7. Namun kita perlu kerja sama lebih keras lagi untuk mencapai penduduk tumbuh seimbang atau TFR 2.1," ujarnya.

Rakorda dihadiri Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Hj Halda Arsyad dan kegiatan dirangkai dengan penandatanganan komitmen bersama pengembangan program KKBPK di kabupaten dan kota se-Kaltim.

Kegiatan dua hari diikuti 125 peserta bertema Meningkatkan Sinergitas Implementasi Program KKBPK dalam Mewujudkan Penduduk Tumbuh Seimbang dan Keluarga Berkualitas untuk Provinsi Kaltim Berdaulat dalam Pembangunan SDM yang Berakhlalk Mulia dan Berdaya Saing. (yans/her/humasprovkaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation