Gubernur Curhat ke Presdir LNG

"Saya Lebih Bahagia Kalau Gas Diprioritaskan untuk Kaltim"

 

SAMARINDA-Jumat pagi kemarin, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mendapat kunjungan President Director & CEO PT Badak LNG, Rachmad Hardadi untuk melakukan audensi. Audensi yang dilakukan dalam suasana akrab dan santai itu dimanfaatkan Gubernur Awang Faroek untuk menyampaikan curahan hati (curhat).             Curhat gubernur mulai urusan ketidakadilan 'jatah' gas untuk Kaltim, minimnya koordinasi program corporate social responcibility (CSR)  hingga saran gubernur agar kawasan Pantai Marina yang berada di kompleks PT Badak LNG, dibuka untuk umum. Gubernur juga melemparkan gagasan agar PT Badak membuka ruang yang lebih luas bagi kepentingan program wisata tambang bagi masyarakat, khususnya para pelajar. Wisata tambang ini termasuk juga akan diusulkan untuk perusahaan tambang batu bara agar generasi Kaltim mengetahui tentang pengelolaan gas atau batu bara, sejak awal hingga proses pengiriman ke luar negeri. 

"Ini sekedar curahan hati saya. Boleh dong? Dari jawaban anda, saya yakin, saran saya ini pasti akan segera direspon," ujar Awang Faroek di Kantor Gubernur, Jumat (8/8).

Soal ketidakadilan 'jatah' gas, Gubernur Awang Faroek mengisahkan perjalanan karirnya sebagai pegawai Kantor Gubernur sekitar 35 tahun lalu. Saat itu dirinya menyertai gubernur saat itu untuk melakukan pelepasan perdana gas PT Badak ke luar negeri.

"Setelah 35 tahun, masih dengan kapal yang sama yakni Aquarius, saya berkesempatan melepas pengiriman gas dari Bontang untuk keperluan domestik. Saya bahagia. Tapi saya akan lebih bahagia lagi jika gas-gas itu diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan gas rakyat Kaltim terlebih dulu," seru Awang.

Saran gubernur berikutnya adalah agar manajemen PT Badak membuka Pantai Marina untuk umum didukung dengan berbagai fasilitas wisata dan kuliner khas Bontang.

Manajemen PT Badak juga diminta menyiapkan ruang yang lebih luas untuk wisata tambang agar masyarakat dapat secara langsung menerima penjelasan dari manajemen PT Badak tentang proses pengolahan gas yang sudah berlangsung selama berpuluh-puluh tahun di Kota Bontang tersebut.

Sebagai aset vital negara, Awang bisa mengerti bahwa kawasan tersebut memang harus aman dan bebas dari ancaman dan gangguan. "Kalau kita melihat dari jauh dan mendengarkan penjelasan langsung dari PT Badak sambil menikmati indahnya Pantai Marina, saya pikir itu akan lebih baik. Kalau ini bisa diwujudkan, saya akan promosikan PT Badak LNG sebagai perusahaan besar yang sangat dekat dengan masyarakat. Saya akan terus promosikan kawasan wisata tersebut," tegas Awang.

 Jika Pantai Marina bisa dibuka untuk umum dan manajemen PT Badak juga terbuka dengan program wisata tambang itu, maka gubernur berharap masyarakat tidak perlu menyerahkan KTP untuk datang ke Pantai Marina tersebut. (sul/hmsprov)

Foto : Gubernur Awang Faroek Ishak bersama President Director & CEO PT Badak LNG, Rachmad Hardadi dan jajaran manajemen PT Badak LNG lainnya. (fajar/humasprov)

 

Berita Terkait