Gubernur Curhat Penanganan Banjir di Ibukota Kaltim

Gubernur Kaltim H Isran Noor pada Gala Dinner bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Dr Bambang PS Brodjonegoro di Gran Senyiur Hotel Balikpapan (Yuvita/humasprovkaltim)

BALIKPAPAN - Pendangkalan Sungai Karang Mumus (SKM) yang membelah Kota Samarinda ternyata salah satu penyebab utama banjir di ibukota Provinsi Kaltim. Bahkan pendangkalannya menurut Gubernur Kaltim H Isran Noor, sudah mencapai lebih 75 persen dari panjang sungai.

"Jadi, ketika hujan mengguyur Samarinda dan daerah sekitarnya maka terjadi banjir. Karena SKM sudah tidak bisa menampung debit air hujan," katanya pada Gala Dinner bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Dr Bambang PS Brodjonegoro di Gran Senyiur Hotel Balikpapan, Senin (11/3/2019) malam.

Berdasarkan hitungan dan observasi sementara lanjutnya, tentu memerlukan dana besar karena harus dilakukan normalisasi. "Artinya pengerukan sedimen dan endapan-endapan yang sudah begitu lama," ujarnya. Diungkapkannya, saat ini dimana-mana  telah terjadi banjir bahkan wilayah Jawa serta daerah lainnya di tanah air.

"Melalui Rakortekrenbang ini bisa dicarikan rumusan dan solusi mengurangi banjir di Samarinda termasuk daerah lain di Indonesia," harapnya.

Isran mengungkapkan banjir yang terjadi ikut menggangu transportasi menuju Bandara APT Pranoto Samarinda bahkan terkadang ada penumpang yang ketinggalan pesawat. "Harus dicarikan solusinya agar semua bisa diatasi walaupun penanganannya bertahap," ujarnya.

Gubernur mengapresiasi Kepala Bappenas serta Kemendagri dan peserta dari 17 provinsi yang mendukung Rakortekrenbang Regional II tahun 2019. (mar/her/yans/fat/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation