Gubernur dan Dua Menteri ke Sepaku, Yakin Tak Ada Resistensi

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Menteri Agraria Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil bersama Gubernur Kaltim Isran Noor (humasprovkaltim)

BALIKPAPAN – Presiden Joko Widodo secara terbuka belum memberikan pernyataan di mana titik koordinat calon ibu kota negara (IKN) pengganti Jakarta akan ditetapkan. Namun Rabu kemarin (2/10/2019), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Menteri Agraria Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil bersama Gubernur Kaltim Isran Noor memilih berkunjung ke sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Beberapa lokasi yang dikunjungi adalah Desa Bumi Harapan, Kelurahan Pemaluan, Desa Binuang, Desa Telemow dan Kelurahan Maridan. Gubernur Isran Noor tak menyoal di mana pun koordinat IKN itu nantinya ditetapkan. Satu yang pasti kata Isran, Kaltim akan selalu memberi dukungan penuh terkait rencana pemindahan IKN ini.

71698800-3112968375388650-2636833211129718457-n
70227021-2447597748811400-2633289726785114380-n

"Sejak awal, pemerintah dan masyarakat Kaltim sangat bahagia dan gembira. Itu modal penting untuk mewujudkan sebuah ibu kota negara. Jadi tidak ada resistensi, tidak ada penolakan dari masyarakat Kaltim," jawab Isran saat ditanya puluhan wartawan nasional dan lokal usai peninjauan ke sejumlah lokasi di Kecamatan Sepaku, Selasa (2/10/2019).

Masyarakat setempat dan masyarakat Kaltim secara umum diyakini Isran pun siap menerima para pendatang. Sebab Kaltim yang heterogen sudah sejak berabad-abad lalu sangat terbuka dengan kehadiran pendatang. 

"Yang jelas, kami akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menyiapkan diri, meningkatkan kualitas dan kemampuan agar mampu terlibat  dalam proses ini, tidak hanya menjadi penonton. Kita  harus bisa mengambil manfaat dari pemindahan IKN ini," seru Isran.

Mengawali kunjungan kemarin, mereka  juga sempat menyaksikan progres pembangunan bentang panjang Jembatan Pulau Balang yang akan menghubungkan Kabupaten PPU dan Kota Balikpapan, sekaligus menjadi salah satu infrastruktur pendukung utama IKN.

Proyek jembatan yang didanai APBN multi years contract (MYC) 2016-2019 ini ditarget tuntas 2021. Total dana dibutuhkan mencapai Rp1,6 triliun. Bentang panjang ini memiliki panjang 800 meter dan pembangunannya sudah dimulai sejak 2007 lalu.

Sementara bentang pendek jembatan ini sudah tuntas pada tahun 2015 dengan pendanaan APBD Provinsi. Panjang bentang pendek jembatan ini adalah 470 meter dengan keseluruhan pembiayaan mencapai Rp425 miliar. Kepala Dinas PUPR Kaltim HM Taufik Fauzi saat peninjauan di jembatan ini menyebutkan saat ini akses jalan dari Penajam ke Pulau Balang sudah bisa dilalui kendaraan.

70501569-506733399875764-871900367840598727-n

"Sedangkan jalan akses Pulau Balang ke Balikpapan tahun ini ada pembebasan lahan sekaligus desain jalannya. Besaran dana APBD kisaran Rp90 miliaran dengan panjang sekitar 17 Km," sebut Taufik. Mereka optimis pembangunan jembatan ini akan tuntas sebelum pemindahan IKN.

Selanjutnya rombongan bergerak menuju areal PT ICTI Hutani Manunggal di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku Penajam Paser Utara. Pertemuan kemudian dilakukan di Rimba Room PT ITCI Kartika Utama. Rombongan disambut Direktur RND PT ITCI Kartika Utama Willie Smits. 

Menteri Bambang Brodjonegoro menegaskan pembangunan IKN akan dikemas berwawasan lingkungan, termasuk moda transportasi kawasan juga ramah lingkungan. Menteri Sofyan Djalil bahkan menyebut luas lahan pada tahap awal pembangunan IKN. "Kita bangun  di lahan enam ribu hektar," sebut Sofyan Djalil.

Di lokasi ini rombongan juga sempat menikmati keindahan menara berwarna kuning menjulang tinggi yang merupakan menara pemantau api (fire tower) yang dibangun tahun 1995 dengan ketinggian 20 meter, berada di lokasi Sector Terunen Estate D.072.

71694395-2773587619544327-4722482401751323758-n

70908068-765911420529057-4078632822137851462-n

Menara yang berada di perbukitan tengah hutan di Kelurahan Pemaluan ini dikenal dengan sebutan Menara Sudarmono, Wakil Presiden RI yang meresmikan menara tersebut puluhan tahun yang lampau. Usai peninjauan, rombongan kembali ke Balikpapan untuk mengikuti acara selanjutnya yakni Dialog Nasional Rancang Bangun dan Kesiapan Kaltim sebagai IKN di Hotel Novotel. (*)

 

SAYEMBARA IKN

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membuat lomba atau sayembara gagasan desain kawasan ibu kota negara (IKN) Republik Indonesia di Kalimantan Timur.

Launching dilakukan langsung Menteri PUPR Basuki Hadimulyono pada ajang Dialog Nasional Rancang Bangun dan Kesiapan Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara di Borneo Ballroom Hotel Novotel Balikpapan, Rabu (2/10/2019).

Sayembara gagaran desain kawasan IKN berhadiah total Rp5 miliar terbuka untuk umum. Pendaftaran dimulai sejak Oktober 2019 hingga Agustus 2020. Hadiah dibagi untuk lima pemenang.

Untuk pemenang pertama diberi hadiah Rp2 miliar, pemenang kedua Rp1,25 miliar, pemenang ketiga Rp1 miliar, harapan pertama Rp500 juta dan harapan kedua Rp250 juta.

70808325-137516880896366-2724167098655891259-n

"Mulai saat ini saya launching sayembara gagasan desain IKN. Kalau ingin mendaftar silakan buka website kami dialamat sayembaraikn.pu.go.id," ujar Basuki.

Sayembara akan dinilai 13 juri yang terdiri para ahli di berbagai bidang. Seperti ahli desian, arsitek, akademisi dan kementerian/lembaga.

Pemerintah akan membangun IKN sebagai smart metropolis yang fasilitasnya selain ramah lingkungan juga lebih mengarah pada pemanfaatan teknologi modern. (*)

Berita Terkait
Government Public Relation