Kalimantan Timur
Gubernur Dukung Program FKPT Cegah Terorisme

Foto : Adea

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor secara khusus mengapresiasi atas kerja keras yang telah dilakukan pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kaltim periode 2020-2023 yang dipimpin Ketua H Ahmad Jubaidi.

 

Isran berpesan agar permasalahan terorisme di Benua Etam dapat dicegah secara bersama oleh siapa saja, terlebih jajaran FKPT Kaltim.

 

"Pelaku atau jaringan teroris harus dipahami bersama dan betul-betul jeli menilainya. Biasanya pelaku tersebut diakibatkan adanya merasa diri paling benar. Itu yang biasanya berbahaya. Karena itu, Pemprov Kaltim dukung apa yang dilakukan FKPT," kata Isran Noor ketika menerima kunjungan Pengurus FKPT Kaltim dipimpin H Ahmad Jubaidi, didampingi Ketua Bidang Agama, Sosial dan Budaya Mulyadi Mugheni, Bidang Hukum, Media Massa, Hukum dan Humas Yuliawan Andrianto, Bidang Pendidikan dan Pemuda Sudirman, Bidang Perempuan dan Anak Siti Rahmah dan Bidang Pengkajian dan Kabid Penelitian  Zamroni, di Ruang Kerja Gubernur Kaltim, Kamis (12/3/2020).

 

Karena itu, lanjut Isran, bagaimana mencegah jaringan atau pelaku yang demikian. Maka semua harus diwaspadai, baik tingkah laku mereka maupun ajaran-ajaran yang disampaikan jaringan tersebut.

 

Selain itu, Gubernur Isran juga mengapresiasi atas kerja keras yang dilakukan berbagai pihak, tak terkecuali FKPT sehingga saat ini Kaltim sudah keluar dari zona merah ke zona aman atau hijau.

 

"Kasus pengeboman Gereja Oikumene memang sempat mendunia. Karena tempat ibadah yang mereka bom. Alhamdulillah, jika memang Kaltim sudah di zona aman. Tetapi, kita harus tetap waspada," ucapnya.

 

Ketua FKPT Kaltim H Ahmad Jubaidi menyebutkan pada 2019 hasil penelitian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) lima provinsi di Indonesia yang rawan terhadap radikalisme dan terorisme (Zona merah) yaitu Aceh, Kepulauan Riau, Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat dan Jawa Timur.

 

Selain itu, pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Provinsi Kaltim, maka Kaltim harus semakin waspada terhadap jaringan dan pelaku terorisme ini.

 

"Kita harapkan IKN maupun Provinsi Kaltim tetap aman, sehingga kehidupan berbangsa dan bernegara di daerah ini semakin baik," harapnya.(jay/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait