Gubernur: Ekonomi Kaltim Semakin Membaik

Berkat Dukungan Masyarakat dan Partisipasi Dunia Usaha


SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan melalui forum Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kamar Dagang Industri (Kadin) Kaltim 2013, diharapkan dapat digali dan diidentifikasi berbagai permasalahan terkait peran Kadin untuk mendukung  pembangunan ekonomi, perdagangan dan industri di daerah ini.
“Khususnya dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi bersama pemerintah dengan prioritas penguatan pengusaha daerah, seperti yang menjadi tema Rapimprov ini,” kata  Gubernur Awang Faroek Ishak dalam sambutan yang disampaikan Kepala Biro Ekonomi Setprov Kaltim, Abu Helmi, saat membuka Rapimprov Kadin Kaltim 2013, di Ballroom Hotel Mesra Internasional, Selasa (18/6).
Diinformasikan, kondisi makro ekonomi Kaltim saat ini semakin membaik berkat dukungan masyarakat luas, khususnya partisipasi dari kalangan dunia usaha. Beberapa indikator makro pembangunan di Kaltim ditunjukkan dengan PDRB yang terus meningkat.
PDRB Kaltim secara signifikan terus menerus memperlihatkan kenaikan, jika pada 2008 hanya sebesar Rp314,8 triliun, kemudian pada 2012 meningkat menjadi Rp419,10 triliun, angka ini menunjukkan bahwa selama empat tahun terakhir PDRB Kaltim mengalami kenaikkan rata-rata 7,42 persen pertahun.
Pertumbuhan ekonomi Kaltim pada 2012 tercatat sebesar 3,98 persen, sedangkan tingkat inflasi di Kaltim selama empat tahun ini juga masih cukup terkendali dan berada pada angka satu digit. Pada 2009 tingkat inflasi mencapai 4,31 persen dan pada 2010 berada pada level 7,28 persen. Sedangkan pada 2011 tingkat inflasi telah mencapai 6,35 persen. 2012 inflasi Kaltim 5,60 persen.
Demikian halnya dengan pendapatan perkapita masyarakat Kaltim yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2008 sebesar Rp36,6 juta/tahun dan pada 2012 meningkat menjadi Rp43,10 juta pertahun atau meningkat rata-rata 4,17 persen per tahun. Sementara itu, penanaman investasi di Kaltim juga tumbuh dan berkembang dengan baik. Pada 2012 (sampai triwulan III) investasi sebesar Rp23,8 triliun terdiri dari PMDN Rp5,6 triliun dan PMA Rp18,2 triliun.
“Ke depan, perekonomian Kaltim akan terus meningkat. Terlebih lagi dengan ditetapkannya Kaltim sebagai salah satu Koridor Ekonomi Nasional dan terdapat sejumlah proyek pembangunan infrastruktur, industri dan perdagangan yang termasuk dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025,” jelasnya.          
Sejumlah potensi sumber daya alam di Kaltim yang mempunyai prospek baik untuk penanaman investasi disebutkan gubernur antara lain pertambangan minyak dan gas bumi serta batu bara, kehutanan, pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pariwisata, pembangunan infrastruktur (jalan tol, jembatan, kelistrikan).
Potensi dan kondisi perekonomian di Kaltim yang semakin membaik ini, lanjut dia, hendaknya dapat dijadikan sebagai peluang untuk dapat direbut dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dan tidak menutup kemungkinan bagi para pengusaha dari Kadin Kaltim.
“Pemprov Kaltim pada prinsipnya akan senantiasa memberikan dukungan dan jaminan keamanan serta kenyamanan berusaha, kepastian hukum dan layanan yang sebaik-baiknya,” tambahnya.
Kepada jajaran Kadin Kaltim, Gubernur berpesan agar Kadin hendaknya memiliki program dalam rangka mendorong dan meningkatkan peran Kadin dalam mengembangkan perekonomian daerah, ditandai dengan meningkatnya kegiatan usaha para anggota Kadin dan dunia usaha, baik di daerah, dalam negeri maupun di luar negeri.
Selanjutnya, jajaran pengurus agar dapat meningkatkan peran Kadin sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan iklim berusaha dan berinvestasi yang kondusif, yang dapat meningkatkan produksi dan perdagangan. Meningkatkan kesadaran tanggung jawab sosial perusahaan, yang ditandai oleh meningkatnya pelaksanaan kontribusi perusahaan terhadap kesejahteraan sosial masyarakat sekitar dan perlindungan lingkungan hidup.
“Kadin juga hendaknya dapat meningkatkan peran serta sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan ekonomi, yang ditandai adanya diikutsertakannya Kadin dalam penyusunan kebijaksanaan pemerintah, penerbitan peraturan perundang-undangan, dan pelimpahan tugas-tugas pemerintah,” urainya.
Sementara itu, Ketua Kadin Kaltim HM Fauzi A Bahtar mengatakan pelaksanaan Rapimprov Kadin Kaltim 2013 adalah sebagai langkah evaluasi pekerjaaan selama 2012, sekaligus menyusun program kerja untuk tahun selanjutnya, terutama dalam upaya untuk meningkatkan potensi pengusaha daerah lewat perannya sebagai mitra kerja pemerintah di bidang pembangunan.
“Perlu kerjasama yang harmonis dari seluruh pemangku kepentingan dalam upaya mengembangkan peranan pengusaha kecil dan menengah maupun besar di Kaltim. Termasuk sinergitas program kerja antara pemerintah daerah dengan Kadin sebagai mitra kerjanya,” kata Fauzi.
Pada kesempatan itu, turut hadir Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Koordinator Wilayah Barat, Iwan Hanafi, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kaltim HM Djaelani dan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Kaltim, H Joko Setiono. (her/hmsprov).

////Foto : Sumber Daya Alam Batu Bara menjadi salah satu primadona investasi yang menjadi pendukung pertumbuhan ekonomi Kaltim yang kian membaik.(dok/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait