Gubernur Hadiri Musrenbangnas 2019

ist

JAKARTA - Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2019, Kamis (9/5) di Hotel Shangri La, Jakarta.

Musrenbangnas ini dibuka Presiden RI Joko Widodo. Dihadiri menteri Kabinet Kerja, gubernur, bupati, walikota dan Bappeda se Indonesia. Termasuk Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor yang didampingi Kepala Bappeda Kaltim Zairin Zain.

Dalam arahannya, Presiden RI ketujuh yang akrab disapa Jokowi ini menyampaikan beberapa pokok pencapaian pembangunan nasional pada 2018. Diantaranya pertumbuhan ekonomi nasional (5,17 persen) yang terus menguat dan stabilitas ekonomi terjaga.

Selain itu, penurunan jumlah pengangguran seiring meningkatnya penciptaan lapangan kerja, kemiskinan dan ketimpangan yang semakin menurun, serta IPM (Indeks Pembangunan Manusia) yang terus meningkat dan masuk kategori tinggi.

Sementara, Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro memaparkan penyelenggaraan Musrenbangnas tahun ini ditujukan untuk menyusun rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2020 hingga Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2045.

"Musrenbangnas 2019 adalah momentum penting karena dilaksanakan dalam rangka penyusunan RKP 2020. Ini masuk tahun pertama perencanaan RPJMN 2020-2024," ungkapnya.

Musrenbangnas 2019 sekaligus ajang meluncurkan Visi Indonesia 2045. Presiden menggagas Impian Indonesia 2045 adalah Indonesia yang berdaulat, maju, adil dan makmur. Untuk mewujudkannya Bapppenas telah menyusun Visi Indonesia 2045.

Selaras dengan tema “Peningkatan Sumber Daya Manusia untuk Pertumbuhan Berkualitas” Gubernur Isran Noor mengatakan Kaltim harus selaras dengan tema Musrenbang tahun ini.

"Kuncinya sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi, sehat dan produktif. Inovatif dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi," ujarnya.

Kepala Bappeda Kaltim, Zairin Zain menambahkan ada tiga hal yang menjadi prioritas pembangunan di Kalimantan, khususnya Kaltim. Seperti penguatan konektivitas wilayah, pengembangan industri pengolahan SDA (hilirisasi) perkebunan dan hasil tambang, percepatan pembangunan kawasan pedesaan, daerah tertingal dan perbatasan. (seno/her/yans/humasprovkaltim).

Berita Terkait