Gubernur: Hak Pilih adalah Hak Asasi Paling Asasi

Kaltim Berdoa untuk Pemilu Lebih Baik

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan pengalaman melaksanakan pemilihan umum (Pemilu) legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden lima tahun lalu dengan baik dan lancar, mendorong dan memacu Kaltim untuk semakin memiliki persiapan matang menuju Pileg dan Pilpres 2014 ini.

“Saya sangat berharap pengalaman lima tahun yang lalu kembali terulang. Pada 2009 kita telah berhasil melaksanakan pemilu legislatif dan presiden dengan baik dan lancar. Suasana aman, damai dan tenteram Kaltim sudah terbukti,” kata Awang Faroek pada “Kaltim Berdoa” di Pendopo Lamin Etam yang disiarkan secara langsung oleh TVRI Nasional pada Sabtu (15/3) malam.

Menurut dia, tidak hanya bisa mempertahankan suasana kondusif di Kaltim lima tahun lalu, namun juga pesta demokrasi lima tahunan untuk memilih pemimpin bangsa dan negara ini diharapkan lebih berkualitas. Dalam artian, ujar dia, penyelenggaraannya bersih dan sesuai aturan perundangan.

“Asas luber (langsung umum bebas dan rahasia) dan jurdil (jujur dan adil) harus betul-betul dapat kita laksanakan. Dan yang terpenting tingkat partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilih semakin meningkat,” ujarnya.

Awang Faroek menjelaskan berdasarkan hasil survei, tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu di Kaltim diprediksikan sekitar 70 persen. Untuk meraih hasil tersebut, diperlukan kerja keras dari seluruh pemangku kepentingan pemilu, untuk terus bersosialisasi di lingkungan masyarakat Kaltim dan Kaltara. Karena, pemilu legislatif akan digelar pada 9 April 2014 ini.

“Harapan saya mudah-mudahan bisa lebih. Terutama bagi pemilih muda. Saya selalu katakan, rugi anda jika tidak menggunakan hak pilih. Karena menggunakan hak pilih itu adalah hak asasi yang paling asasi yang ada pada diri kita. Jadi jika tidak memilih itu rugi. Bayangkan kita harus menunggu lima tahun lagi untuk menggunakan hak pilih kita. Jadi jangan golput (golongan putih) dan tidak menggunakan hak pilih,” jelasnya.

Perhelatan “Kaltim Berdoa” yang menghadirkan seluruh kalangan mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kaltim, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim, forum-forum mitra pemerintah serta calon legislatif dari sejumlah partai politik, diharapkan dapat menjadi momentum untuk pelaksanaan pemilu yang lebih baik.

“Melalui momentum “Kaltim Berdoa”, semua pemangku kepentingan marilah perbarui tekad dan semangat untuk menyukseskan pemilu di Kaltim. Semoga kesejukan dan suasana damai yang selama ini terwujud di seluruh wilayah Kaltim dan Kaltara semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan diantara semua penduduk, khususnya sebagai umat beragama maupun sebagai warga masyarakat berbangsa dan bernegara,” harapnya.

Sementara itu, terkait pelaksanaan deklarasi damai dan kirab dari partai politik peserta pemilu 2014, Awang Faroek berharap itu bukanlah seremonial belaka, tetapi sebuah kegiatan yang penuh arti. Terutama dalam masa kampanye, sehingga berlangsung tertib, aman dan lancar.

“Kepada semua peserta pemilu, semua peraturan perundangan harus dipahami dengan baik. Karena, setelah duduk sebagai wakil rakyat, anda mempunyai beban untuk ikut bertanggung jawab terhadap pembangunan bangsa dan negara, termasuk untuk Kaltim. Mari kita laksanakan pemilu di seluruh Kaltim dan Kaltara dengan tertib dan berpedoman pada perundangan yang berlaku,” imbaunya.

Sebelumnya, Ketua KPU Kaltim Ida Farida Ernada melaporkan pihaknya telah siap melaksanakan seluruh tahapan pemilu legislatif maupun pemilu presiden dan wakil presiden dengan baik. Seluruh tahapan pemilu, lanjut dia, secara transparan dan akuntabel bisa diikuti dan dipantau oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Kita ingin menjadikan rakyat sebagai pemilih mandiri dan cerdas. KPU Kaltim siap melaksanakan seluruh tahapan pemilu dengan  didukung oleh seluruh perangkat pemerintahan dan masyarakat Kaltim,” ucapnya.

Sebagai informasi, masa kampanye damai pemilu legislatif akan berlangsung pada 16 Maret - 5 April, setelah itu masuk masa tenang (6-8 April), pemungutan suara (9 April) dan dilanjutkan dengan penghitungan hasil pemilu. Untuk Kaltim, jumlah pemilih pemilu 2014 adalah sekitar 2.847.865 jiwa dan jumlah Tempat Pemungutan Suara sebanyak 8.651 buah, tersebar di Kaltim dan Kaltara. (her/sul/hmsprov)

//Foto: SUKSESKAN PEMILU. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bersama Imam Masjid Islamic Center Habib Muhdor Al 'Aththas, Ketua MUI Kaltim H Hamri Has dan Kakanwil Kementerian Agama Dr H M Kusasi. (johan/humasprov kaltim).

Berita Terkait
Government Public Relation