Gubernur Harapkan Kaltim Tetap Kondusif

 

SAMARINDA - Gubernur Kaltim  Dr H Awang Faroek Ishak mengharapkan stabilitas keamanan di Kaltim tetap kondusif  menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim dan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Panajam Paser Utara (PPU) yang akan digelar serentak pada 27 Juni 2018. 

 

Dikatakan, peran TNI/Polri dalam menghadapi pelaksanaan pilkada serentak akan  tetap terjaga aman dan kondusif  dengan sinergitas seluruh pemangku kepentingan. "Saya harapkan agar iklim keamanan tetap kondusif, sehingga pelaksanaan pilkada terlaksana sukses, aman dan lancar, serta tingkat kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya harus semakin meningkat," pesan Awang Faroek Ishak pada malam pisah sambut Pangdam VI Mulwarman yang dilaksanakan di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Jumat (23/3). 

 

Selain TNI/Polri, Gubernur juga mengajak seluruh stakeholders untuk membantu komisi pemilihan umum (KPU) untuk menghasilkan pilkada yang berkualitas, dan  memilih pemimpin daerah yang amanah  dan bertanggungjawab dalam memimpin daerah lima tahun ke depan,  serta mewujudkan tata pemerintahan yang  baik, efektif dan efisien. "Pemilihan umum merupakan salah satu pilar demokrasi sebagai wahana perwujudan kedaulatan rakyat guna menghasilkan pemerintahan yang demokratis.  Pemerintahan yang dihasilkan dari pemilu diharapkan menjadi pemerintahan yang mendapatkan legitimasi yang kuat dan amanah. Oleh karena itu, diperlukan upaya dari seluruh komponen bangsa untuk menjaga kualitas pemilu tersebut," paparnya. 

 

Di samping itu, lanjut dia, sukses pilkada bukan hanya bersandar pada integritas penyelenggara pemilu dan masyarakat selaku peserta pesta demokrasi. Namun demikian, juga harus didukung seluruh pemangku kepentingan pemilu demi terciptanya sinergitas yang kuat dan berkesinambungan. "Partisipasi masyarakat, khususnya di kalangan pemilih pemula maupun generasi muda dalam menyalurkan hak suaranya, juga sangat penting. Pemilukada yang sukses akan menentukan nasib daerah lima tahun ke depan. Tentunya juga bagi kelangsungan dan kemajuan pembangunan di Kaltim," kata Awang.  (mar/sul/humasprov)

Berita Terkait