Gubernur Imbau Kabupaten/Kota Berdayakan BPD

SAMARINDA – Dalam rangka pengembangan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim agar lebih berdaya saing, Pemprov Kaltim bersama kabupaten/kota se-Kaltim dan Kalimantan Utara (Kaltara) berkomitmen untuk  menjadikan BPD sebagai satu-satunya pengelola kas daerah. BPD diharapkan dapat menampilkan peran sebagai agen pembangunan berjalan optimal.

“Saya tegaskan agar pemerintah kabupaten dan kota se-Kaltim dan Kaltara  mengoptimalkan dana pemerintah daerah dikelola terpusat di BPD Kaltim bukan di bank lain,” kata Awang Faroek Ishak di Auditorium Gedung BPK-RI Perwakilan Kaltim, Kamis (28/1).

Selain itu lanjut gubernur, agar pengelolaan dana-dana tersebut diperhitungkan dengan imbal hasil sesuai harga pasar dalam hal ini counter rate bukan special rate.

Upaya ini penting agar BPD Kaltim memiliki daya saing melalui kesinambungan ketersediaan sumber dana murah dalam mendukung ekspansi usaha. Hal itu memungkinkan BPD untuk mendukung program peningkatan perekonomian daerah dengan mengutamakan prinsip efisiensi dan pemerataan pertumbuhan ekonomi.

Khususnya, melalui pembiayaan usaha mikro kecil memengah (UMKM) dan koperasi dengan suku bunga terjangkau sehingga bisa memberikan stimulus bagi pembangunan daerah.

Untuk memperkuat komitmen tersebut, maka telah dilaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham lainnya ketiga tahun 2015 yang dilaksanakan pada 16 Desember 2015 lalu.

“Keputusannya menyetujui secara optimal melakukan penyimpanan/pengelolaan keuangan daerah di BPD Kaltim sebagai langkah pembiayaan murah terhadap UMKM dan koperasi,” ungkap Awang Faroek Ishak. (yans/sul/hmsprov)

Berita Terkait