Gubernur Ingatkan Kades Soal Dana Desa

Gubernur Awang Faroek Ishak bersama warga Anggana. Para kades diingatkan agar mengelola dana desa dengan benar dan tidak korupsi. (yuvita/humasprov)

 

SAMARINDA - Dalam kunjungan kerjake beberapa kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara, seperti di Samboja, Muara Jawa serta Kecamatan Anggana,  Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak  selalu mengingatkan kepada  seluruh kepala desa (kades) agar berhati-hati dalam pengelolaan dana desa.

 

Dikatakan pencairan dana desa dari pemerintah pusat sudah disalurkan. Gubernur mengingatkan agar tidak ada penyimpangan dan kepala desa dapat mengelolanya  dengan sebaik-baiknya. "Pengelolaan dana desa harus transparan dan akuntabel serta  dapat  dimanfaatkan  membangun desa melalui program yang telah direncanakan sebelumnya," kata Awang Faroek Ishak di Kecamatan Anggana, Selasa (10/4).

 

Dalam pengelolaan dana desa, Awang Faroek berharap kepada masyarakat untuk dapat mengawal, sehingga pemanfaatannya tepat sasaran sesuai peruntukannya. Desa-desa melalui dana desa bisa secepatnya melaksanakan  pembangunan sesuai program  yang sudah direncanakan,  hal itu penting sebagai upaya dalam memaksimalkan penyerapan dana desa.

 

Dikatakan,  pengelolaan  dana desa harus sesuai dengan aturan yang ada,  baik untuk prioritas pembangunan infrastruktur yang meliputi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, maupun pembangunan sarana dan prasarana, serta pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan. "Dana desa juga bisa dimanfaatkan  untuk  pemberdayaan masyarakat desa, mendukung kegiatan ekonomi desa serta untuk peningkatan kapasitas kelompok masyarakat," ujarnya.

 

Selain berhati-hati dalam pengelolaan dana desa, gubernur juga meminta agar setiap desa membentuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sebagai upaya  untuk mendorong dan  menampung seluruh kegiatan peningkatan pendapatan masyarakat, serta kegiatan perekonomian yang diserahkan untuk dikelola oleh masyarakat melalui  berbagai program.masyarakat desa dalam mengembangkan usaha produktif. "Dengan Bumdes,  saya harapkan mampu memaksimalkan potensi masyarakat desa dari aspek ekonomi, sumber daya alam dan sumber daya manusianya, serta dapat  menyerap tenaga kerja desa, meningkatkan kreativitas dan membuka peluang usaha ekonomi produktif  bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.," kata Awang Faroek Ishak. (mar/sul/humasprov)

Berita Terkait