Gubernur Ingatkan Kepala OPD Berhati-Hati

Gubernur saat memimpin rapat bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Kaltim. (dok/humasprov)

SAMARINDA - Melihat dan mendengar berita terkait banyaknya anggota DPRD yang dipanggil dan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan kasus korupsi, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengingatkan agar semua pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Kaltim berhati-hati dalam mengelola anggaran, sehingga tidak terjadi hal serupa seperti dialami sejumlah anggota DPRD di Indonesia baru-baru ini.

Awang meminta agar penyelenggaraan pemerintahan, terutama pengelolaan keuangan dilaksanakan transparan sesuai perundang-undangan, sehingga tidak terjadi pelanggaran hukum dikemudian hari. "Sebagai pengelola anggaran, tentu harus berhati-hati. Jangan sampai kepala OPD di lingkungan Pemprov Kaltim terjerumus dengan tindakan korupsi. Makanya, hati harus bersih, jangan mudah dirayu atau iming-iming hadih yang akibatnya dikemudian hari harus disekolahkan atau di penjara," kata Awang Faroek Ishak di Kantor BI Kaltim, Rabu (5/9).

Awang mengatakan dengan kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran tentu akan berdampak baik terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Karena, setiap kepala OPD dapat lebih profesional dan teliti bekerja. Apalagi, terkait pengelolaan keuangan.

Pemerintah tidak ingin, apa yang terjadi baru-baru ini di daerah lain dialami pejabat Kaltim. Karena itu, jabatan yang diamanahkan betul-betul dijalankan dengan baik sesuai perundang-undangan. "Kita harus takut sama Sang Pencipta Allah SWT. Kalau kita tidak takut sama Allah SWT, tunggu saja akibatnya. Mungkin tidak lama disekolahkan atau dipenjara. Semoga ini tidak terjadi di Kaltim," jelasnya. (jay/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait