Gubernur Ingin Bangun Museum Pengolahan Migas

Padukan Sektor Pariwisata dan Pendidikan

BONTANG – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menginginkan semua kabupaten/kota di Kaltim dapat mengembangkan sektor kepariwisataan yang mempunyai prospek sangat baik kedepan. Hal itu dilakukan dengan mengoptimalkan keunggulan komparatif yang dimiliki masing-masing daerah.

“Kabupaten/kota di Kaltim mempunyai karakteristik dan ciri khas masing-masing yang dapat dikembangkan menjadi objek wisata. Potensi-potensi itu harus diolah sedemikian rupa, sehingga memberikan nilai lebih untuk daerah dan menarik minat masyarakat baik dari dalam daerah maupun luar daerah,” ucap Awang Faroek, Kamis (26/6) malam.

Menurut dia, salah satu potensi daerah yang dapat dikembangkan menjadi objek wisata, diantaranya proses pengolahan gas bumi menjadi gas alam cair yang ada di Bontang. Pemkot Bontang, ujar dia, dapat bekerjasama dengan PT Badak NGL untuk membuat semacam museum pengolahan gas. Disitu dapat diuraikan tentang proses pengolahan gas, mulai dari pengeboran hingga menjadi bahan komoditi ekspor.

”Hal-hal semacam ini harus bisa dibaca oleh pemerintah daerah. Tidak ada itu museum yang mempertontonkan proses pengolahan gas bumi. Ini bisa kita buat di daerah ini. Tidak hanya, gas bumi, tetapi minyak bumi, batu bara, atau proses pembuatan pupuk,” jelasnya.

Tidak hanya itu, museum seperti itu juga dapat digunakan oleh pelajar dan mahasiswa di Kaltim atau bahkan dari provinsi lainnya di Indonesia sebagai tujuan study tour (wisata belajar). Karena, tidak ada mata pelajaran di sekolah yang secara rinci menerangkan proses pembuatan atau pengolahan migas atau barang tambang.

Awang Faroek meminta agar SKPD terkait seperti Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama dengan Dinas Pendidikan baik di kabupaten/kota ataupun provinsi segera membuat perencanaan pembangunan museum tersebut.

“Ini akan sangat bermanfaat untuk dunia pendidikan. Selain juga sektor kepariwisataan akan semakin berkembang,” lanjutnya.

Awang Faroek menambahkan, disamping itu, objek wisata lainnya juga akan terus dikembangkan. Dan pemerintah daerah akan terus berusaha membenahi infrastruktur penunjang, seperti jalan akses, pelabuhan dan bandara. Demikian halnya untuk hotel-hotel dan restoran. Sehingga memudahkan dan memuaskan wisatawan yang berkunjung ke objek-objek wisata di Kaltim.

“Tahun kunjungan wisata ke Kaltim akan terus kita gemakan dan promosikan. Objek-objek wisata unggulan kita seperti Kepulauan Derawan terus dikembangkan. Bandara Maratua dalam proses pembangunan. Sedangkan pintu gerbang Kaltim, yakni Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan telah rampung terminal barunya dan mampu menampung sekitar 10 juta penumpang/tahun. Ini akan menjadi penunjang sektor pariwisata kita,” pungkasnya. (her/sul/es/hmsprov)

///FOTO :  H Awang Faroek Ishak

 

Berita Terkait