Gubernur: Inventarisir Masalah untuk Tingkatkan Realisasi

Penyerapan Keuangan Capai 31,81 Persen


SAMARINDA– Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyampaikan apresiasi atas kinerja SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di lingkungan Pemprov Kaltim, terkait capaian realisasi penyerapan anggaran hingga Juni 2013.  
“Penyerapan APBD melebihi target pada Juni ini. Hasil ini membuktikan, setiap SKPD di bawah koordinasi Tim Evaluasi dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPPA) Kaltim mampu menjalankan peran dan fungsi yang strategis dalam pelaksanaan pembangunan di daerah,” kata Awang Faroek, pada Rapat Evaluasi Penyerapan Anggaran 2013, di ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Senin (8/7).
Berdasarkan capaian tersebut, jelas Awang Faroek, Kaltim lebih bagus dibanding provinsi lain di Indonesia untuk realisasi penyerapan anggaran pada semester pertama 2013. Dia meminta kepada setiap SKPD untuk terus meningkatkan kinerja dalam melaksanakan program dan kegiatan hingga akhir tahun anggaran
“Dibanding provinsi lain di Indonesia realisasi kita cukup bagus. Saya minta kepada setiap SKPD terus menginventarisir permasalahan, agar segera dapat diselesaikan, terutama terkait dengan program dan kegiatan yang menyangkut penyerapan anggaran, seperti proses lelang yang tepat waktu, sehingga daya serap keuangan semakin baik,” jelas Awang Faroek.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi mengungkapkan realisasi penyerapan keuangan hingga 30 Juni 2013 berada pada posisi 31,81 persen atau sebesar Rp4,103 triliun dari total APBD Kaltim Rp12,90 triliun. Capaian tersebut melewati target untuk Juni 2013, yaitu 30 persen.
“Capaian tersebut jauh melebihi capaian pada Juni 2012, yaitu 24,98 persen. Artinya, kinerja SKPD semakin baik sehingga berpengaruh pada daya serap keuangan pada semester pertama 2013 yang semakin baik. Hal ini harus terus ditingkatkan untuk mencapai target pada akhir tahun,” ungkapnya.
Rusmadi menjelaskan pada Rapim TEPPA pada Juli 2012, kondisi grade per 30 Juni 2012 adalah 12 SKPD pada posisi biru (capaian realisasi keuangan sebesar 30,01-100 persen), 10 SKPD pada posisi hijau (23,52-30 persen), 12 SKPD pada posisi kuning (17,03-23,51 persen) dan 24 SKPD pada posisi merah (0-17,02 persen).
Sedangkan pada Rapim TEPPA Juli 2013, kondisi grade SKPD per 30 Juni 2013 menunjukkan peningkatan signifikan sesuai dengan capaian realisasi penyerapan keuangan yang semakin membaik. Yaitu, 19 SKPD pada posisi biru, 19 SKPD (hijau), 14 SKPD (kuning) dan tiga SKPD (merah).
Sementara, untuk aktifitas umum hingga Juni 2013, dari total 8.949 paket kegiatan, kondisi riilnya adalah posisi biru 1.309 paket (15 persen), hijau 5.037 paket (56 persen), kuning 2.527 paket (28 persen) dan merah 17 paket (0,19 persen).
“Sekitar 71 persen paket kegiatan umum telah masuk pada proses pekerjaan atau sudah menyelesaikan lelang, sedangkan sisanya masih dalam proses. Ini harus terus kita kejar untuk mencapai target yang telah ditetapkan,” kata Rusmadi. (her/hmsprov).

///Foto : Dr H Awang Faroek Ishak
 

Berita Terkait
Government Public Relation