Gubernur: Jaga Keamanan, Junjung Tinggi Toleransi

 Munas IV Hidayatullah Balikpapan

BALIKPAPAN - Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak meminta kepada  seluruh umat muslim di daerah ini untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban, serta selalu  menjunjung tinggi toleransi antarpemeluk agama.

Demikian pula sesama muslim tidak  boleh saling menghujat atau menuduh kelompok lain sesat. Umat muslim juga diminta menjauhi faham radikalisme, terutama  yang banyak menyebar di media sosial yang akhir-akhir ini digunakan untuk menghasut dan memfitnah hingga berujung konflik horizontal.

Gubernur Awang Faroek setuju   Kapolri menerbitkan Surat Edaran Nomor: SE/6/X/2015 tentang Penanganan Ujaran Kebencian (SE Hate Speech). 

"Jika kita telusuri, tujuan Kapolri mengeluarkan SE Hate Speech ini adalah untuk memberitahukan anggotanya agar memahami langkah-langkah penanganan perbuatan ujaran kebencian atau hate speech," kata Awang Faroek Ishak pada pembukaan Munas IV Hidayatullah di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah di Gunung Tembak Balikpapan, Sabtu (7/11).

Kepada keluarga besar Hidayatullah, Gubernur Awang Faroek menyampaikan rasa bangga dan berbahagia yang berkenan menggelar Munas di Balikpapan.  Hidayatullah merupakan aset bangsa, utamanya dalam upaya membina masyarakat untuk dapat lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

"Munas IV Hidayatullah ini menjadi momentum yang sangat penting. Selain menjadi agenda organisasi, Munas ini dapat menjadi media untuk meningkatkan hubungan tali silaturrahmi dan syiar Islam serta mengenalkan keberadaan  kepada umat Islam secara luas," ujarnya.

Berbicara tentang Hidayatullah, lanjut Awang, maka tidak bisa melupakan pendiri Pondok Pesantren Hidayatullah, yaitu Almarhum Ustadz Abdullah Said. Beliau adalah tokoh besar Kaltim yang harus dilanjutkan cita-citanya, agar Hidayatullah menjadi organisasi keagamaan yang tetap eksis dan keberadaannya tidak hanya dalam lingkup daerah Kaltim, tetapi menyebar di seluruh Tanah Air.

"Diharapkan Hidayatullah terus berperan serta meningkatkan kualitas hidup beragama, meningkatkan kualitas kerukunan hidup beragama, meningkatkan kualitas pendidikan agama, dan menciptakan situasi yang aman dan damai," seru gubernur.

Selain itu,  lanjut Awang, secara khusus kegiatan dan program Hidayatullah setidaknya juga menyelenggarakan kegiatan peribadatan dan dakwah demi tersebarnya syiar Islam dan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin yang moderat dalam kehidupan umat Islam dan bangsa Indonesia.

Kemudian, melaksanakan program-program ekonomi syariah, pemberdayaan ekonomi umat, kewirausahaan dan peningkatan kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan demi peningkatan kemakmuran umat Islam dan bangsa Indonesia pada umumnya.

"Serta menyelenggarakan pendidikan, pelatihan dan pelayanan yang modern, profesional dan Islami dalam rangka pembangunan karakter bangsa, demi meningkatnya kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual umat secara terpadu dan meningkatnya daya saing bangsa Indonesia serta kebangkitan kembali umat Islam," paparnya. (mar/sul/hmsporv)

//Foto: Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak menyaksikanWapres Jusuf Kalla memukul beduk menandai pembukaan Muhas Hidayatulah. (fajar/humasprov kaltim).

 

 

Berita Terkait
Government Public Relation