Gubernur: Jaga Kondusifitas Kaltim di Tahun Politik

BONTANG-Tahun 2013 dan 2014 merupakan tahun politik bagi Kaltim, karena daerah ini akan melaksanakan  pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) dan pemilihan umum untuk memilih anggota legislatif dan pemilihan presiden pada 2014. Tidak heran jika dalam dua tahun ini disebut sebagai tahun politik baik untuk skala daerah maupun nasional.
Terkait hal itu, Gubernur Kaltim,  Dr H Awang Faroek Ishak  mengimbau seluruh warga Kaltim berpartisipasi dalam kegiatan demokrasi tersebut, sebagai wujud peran serta warga negara untuk menentukan wakil rakyat, pemimpin daerah dan nasional yang tentunya tetap mengedepankan kedamaian dan ketenraman serta kondusifitas daerah yang berdampak terhadap kemanan nasional.
“Mari kita jaga Kaltim agar tetap kondusif, sehingga mampu melaksanakan proses demokrasi dengan baik, dengan mengedepankan kepentingan umum di atas kepentingan golongan maupun pribadi,” kata Awang Faroek ketika menghadiri Peringatan Hari Kesatuan Gerak  PKK ke-41 dan Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM)  X, di Kota Bontang, Selasa (9/4).
Menurut dia, persaingan politik baik pada saat pelaksanaan Pemilukada, pemilihan legislatif dan pemilihan presiden tentunya, sedikit banyak akan berdampak pada masyarakat yang telah menentukan pilihan. Sehingga tidak heran pasti terjadi perbedaan pilihan.
Dengan kondisi itu, hendaknya warga Kaltim bisa bersikap dewasa, sebagaimana yang telah ditunjukan selama ini  dalam menghadapi berbagai perbedaan dukungan dan aspirasi, sehingga daerah ini dapat terus kondusif sebagai salah satu dukungan lancarnya proses pembangunan.
“Aspirasi dan dukungan boleh berbeda, tetapi semua harus ditunjukan secara damai dan kedewasaan berpolitik karena hal itu sifatnya sementara dan ketika pesta demokrasi berakhir semua harus menerima hasilnya dan kembali bersama untuk membangun daerah,” kata Awang Faroek.
Dia minta warga Kaltim jangan mudah terpancing dengan berbagai isu tidak bertanggung jawab yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat. Serahkan semua masalah yang mungkin timbul kepada pihak yang berwenang, sehingga dapat diselasaikan sesuai aturan.

///Foto : H Awang Faroek Ishak  


 

Berita Terkait
Government Public Relation