Gubernur juga Groundbreaking Sejumlah Proyek MP3EI

 Hari Ini Giliran Menko Perekonomian Resmikan 9 Proyek MP3EI

 

BALIKPAPAN – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak melaporkan kepada Presiden SBY beberapa proyek MP3EI yang telah digroundbreaking sebelumnya seperti Pabrik Pupuk Kaltim V dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Kariangau 2x100 MW yang merupakan bagian dari Program 10.000 MW tahap pertama. Proyek tersebut akan diresmikan pada Desember 2014..

Selain itu, Gubernur juga melaporkan pembangunan rel kereta api khusus yang merupakan kerjasama Ras Al-Khaima, UEA/MEC sepanjang 135 km dari Wahau ke Lubuk Tutung di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan dan kerjasama dengan Russian Railways (Borneo Railways) dari Kutai Barat – Balikpapan – PPU sepanjang 203 km dengan total investasi 1,758 Trilliun US Dolar.

“Saat sekarang ini dalam proses pembebasan lahan yang dilakukan oleh para Bupati dan Badan Pertanahan Nasional serta Instansi terkait, InsyaAllah akan di groundbreaking dalam tahun 2015 yang akan datang,” kata Awang.

 Proyek ternait MP3EI lainnya yang dilaporkan adalah pembangunan Jembatan pulau Balang bentang panjang, pembangunan Jembatan Toll dari Coastal Road di Kab. PPU ke Coastal Road Balikpapan, penyelesaian jembatan Mahkota II dan Jembatan Kembar di Samarinda, dan 2 buah jembatan di Tenggarong dan Loa Kulu sebagai pengganti jembatan Kutai Kartanegara yang runtuh dan jembatan Aji Tulur Jejangkat di Melak Kutai Barat.

Mengenai ketahanan pangan, dilakukan pula pembangunan Food Estate dan Rice Estate di 10 Kabupaten dengan jumlah areal 523 ribu hektar yang fokus untuk pengembangan kemandirian pangan nasional yang akan mengembangkan tanaman padi, jagung, kedelai, singkong, sapi dan ikan sebagaimana komitmen Pemprov Kaltim pada Presiden SBY pada peringatan Hari Pangan Nasional di Bukit Tinggi, Sumatera Barat beberapa waktu yang lalu.

Demikian pula lanjut Gubernur, pengembangan perkebunan kelapa sawit yang saat ini telah mencapai 1,3 juta hektar dan 60 Pabrik Kelapa Sawit yang ditargetkan akan terus dikembangkan menjadi 2,4 juta hektar.

Pada kesempatan itu, Gubernur mengungkapkan jika dia juga akan meresmikan proyek-proyek MP3EI Plus, yang juga dibiayai oleh APBD, BUMN dan Private Sector seperti, Balai Rehabilitasi Badan Nasional Narkotika Samarinda, Education Centre Samarinda, Gedung Convention Hall, Gedung Guest House Pemerintah Provinsi Kaltim di Balikpapan, Masjid Al-Maruf di Komplek PNS Vorvo Samarinda.

Kemudian Akademi Komunitas/Berau Training Center di Tanjung Redeb Kabupaten Berau, Sekolah Menengah Kejuruan Kelautan di Tanjung Batu Kabupaten Berau, Perumahan Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Kabupaten Berau, Grand Launching Pemberian 50.000 Beasiswa Kalimantan Timur Cemerlang (Cerdas, Merata dan Prestasi Gemilang), dan juga Groundbreaking Pembangunan Kaltim Zoo (Kaltim Park), dan Pembangunan Trans Studio Samarinda.

MENKO PEREKONOMIAN

Selain Presiden SBY, Menko Perekonomian Charul Tanjung direncanakan hari ini (16/9) meresmikan 9 Proyek MP3EI lainnya dengan nilai proyek Rp. 11,6 Triliyun. Yaitu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan yang ditandai dengan peresmian dan groundbreaking tiga pabrik PT Indonesia Plantation Sinergy dan 2 pabrik baru.

Bersamaan dengan itu juga akan diresmikan Pabrik Kelapa Sawit PT Cahaya Anugerah Plantation, Pabrik Kelapa Sawit PT Sasana Yudha Bhakti, Pabrik Kelapa Sawit PT Khaleda Agroprima Malindo dan Pabrik Kelapa Sawit PT Telen.

Diresmikan pula proyek pembangunan PLTG 2 x 41 MW Senipah, Pembangkit Listrik Tenaga Biomasa Sawit (PLTBS) PT Daya Lestari, 2 Unit Pembangkit Listrik Tenaga Bio Gas dengan Kapasitas 7 MW milik PT Rea Kaltim Plantations, Pembangkit Listrik Tenaga Bio Gas dengan Kapasitas 830 KW milik PT Prima Mitrajaya Mandiri,

Ketiga pembangkit listrik berbahan bakar dari energi baru dan terbarukan dan pabrik kelapa sawit ini merupakan bentuk nyata dari upaya Kaltim untuk melaksanakan visinya dalam membangun industri berbasis agro serta mengembangkan dan memanfaatan energi yang ramah lingkungan.

Proyek pembangkit energy listrik yang berkelanjutan ini juga telah berhasil mendapatkan  sertifikasi sebagai CDM Project dari UNFCC (United Nation Framework Convention on Climate Change) ditandai dengan diterbitkannya CER (Certified Emission Reduction) pada bulan Agustus 2013 yang lalu.

Dalam kunjungannya di Kaltim Menko Perekonomian juga melakukan pencanangan pembangunan/groundbreaking Tol Balikpapan – Samarinda sepanjang 99 km dan pembangunan Sisi Udara Bandar Udara Samarinda Baru. Nilai proyek berjumlah Rp.4,6 trilliun. Terakhir, Menko Perekonomian menghadiri Rapat Koordinasi Evaluasi Kemajuan Proyek-Proyek MP3EI di Koridor 3 Kalimantan yang dihadiri 5 Gubernur di Pulau Kalimantan.(tim humasprov kaltim).

Berita Terkait
Government Public Relation