Gubernur Kaltim Ajukan Pameran Koperasi dan UMKM Nasional 2016

SAMARINDA - Untuk membangkitkan koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan menggalakkan pariwisata di Kaltim, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak akan mengajukan kepada kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop dan UKM) untuk menggelar Pameran Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Nasional 2016 di kota Balikpapan.

"Kami akan ajukan proposal untuk pameran koperasi dan UMKM nasional pada tahun ini dalam rangka 17 Agustus di Balikpapan. Lokasinya di Bandara Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan. Jadi, tolong dipersiapkan dengan baik agar pameran nanti berjalan dengan sukses," kata Awang Faroek Ishak baru-baru ini di Samarinda.

Pameran ini akan digelar di bandara dengan tempat yang akan digunakan nanti yakni di dalam bandara hingga keluar bandara (Parkiran). Sehingga, diperlukan perencanaan dan koordinasi dengan pihak bandara agar pelaksanaannya nanti tidak mengalami hambatan.

"Dalam pameran nanti yang akan membuka adalah Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Kegiatan ini harus dimanfaatkan dengan baik karena selain membangkitkan Koperasi dan UMKM di Kaltim juga menggalakkan pariwisata di Kaltim khususnya di Kota Balikpapan," kata Awang yang menilai bahwa Kaltim masih kurang melakukan promosi ke daerah-daerah lainnya di Indonesia maupun di Mancanegara. "kita kurang promosi hingga kaltim kurang dikenal orang," tambahnya.

Mengenai Koperasi dan UMKM di Kaltim, Awang mengatakan bahwa Gubernur Pemprov Kaltim telah membuat kebijakan terkait pemberian izin badan usaha baik Koperasi dan UMKM dilakukan di tingkat kecamatan dengan hanya berbentuk lembaran surat. Apalagi, dengan lembaran surat tersebut sudah bisa diberikan kredit tanpa agunan.

"Bukan cuma pengusaha besar saja yang diberikan karpet merah. Koperasi dan UMKM juga harus diberi karpet merah. Jadi, saya minta kepada perbankan untuk memudahkan koperasi dan UMKM dalam hal peminjaman permodalan maupun pengembangan usaha. Apalagi, kami sudah ada Jamkrida yang diperlukan jika ada koperasi dan UMKM yang ingin mendapatkan dukungan kredit tanpa agunan," katanya. (rus/hmsprov).

Berita Terkait