Gubernur: Kaltim Benteng Terakhir Ulin dan Bengkirai

Peresmian Kebun Raya Balikpapan

 

BALIKPAPAN – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak memuji kerja keras Pemkot Balikpapan mewujudkan keberadaan satu kebun raya di Kota Balikpapan. Gubernur berharap agar keberadaan Kebun Raya Balikpapan ini akan semakin menguatkan kepedulian dan perhatian masyarakat Kaltim dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

“Saya sangat berterima kasih kepada Pemkot dan DPRD Balikpapan yang suskes menambah satu aset besar berupa kebun raya di kawasan Hutan Lindung Sungai Wain. Hutan lindung ini harus kita pertahankan dan dengan kehadiran kebun raya ini kita akan lebih mengenal dan lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan,” ujar Awang Faroek Ishak pada peresmian Kebun Raya Balikpapan, Rabu (20/8).   

Awang menjelaskan, kebun raya ini akan sangat berguna sebagai  media penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari  kelompok masyarakat manapun termasuk para pelajar, mahasiswa dan khususnya para peneliti. 

Aneka flora dan fauna yang masih hidup harus dilestarikan agar tidak punah. Khususnya pohon-pohon tropika basah yang mulai langka, jenis ulin, meranti, kayu kapur, keruing dan kayu-kayu langka lainnya.

“Kaltim akan menjadi benteng terakhir jajaran ulin, deretan meranti dan bengkirai, kayu kapur, keruing dan lain sebagainya. Saya mendapat laporan, kayu-kayu jenis ini mulai sulit ditemui di Kalsel, Kalteng, termasuk juga Kalbar. Sebab itulah, Kaltim harus mampu menjadi benteng terakhir penyelamatan berbagai kayu langka tersebut,” seru Awang Faroek.

Dia juga mengajak masyarakat Kaltim lebih peduli terhadap upaya-upaya pelestarian lingkungan demi anak cucu nanti. Penyelamatan lingkungan seperti kawasan hutan lindung Sungai Wain ini juga akan sangat menentukan masa depan masyarakat Balikpapan, khususnya terkait untuk pemenuhan kebutuhan air.

“Kalau bukan kita, lalu siapa lagi yang akan peduli terhadap pelestarian hutan ini? Komitmen dan inisiatif pemerintah saja tidak cukup. Dukungan masyarakat dan semua pihak tentu sangat diharapkan,” tegas Awang lagi.

Di tempat yang sama, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemkot Balikpapan menyusul sukses membangun kebun raya sekaligus upaya menjaga kawasan Hutan Lindung Sungai Wain yang memiliki luas keseluruhan mencapai 10.000 hektar.

“Kebun raya yang berada di kawasan hutan lindung ini menurut saya sangat-sangat baik. 10.000 hektar hutan lindung ini adalah sumber air bagi masyarakat Balikpapan, kalau ini sampai punah, maka bisa gawat masyarakat Balikpapan,” kata Menhut.

Oleh karena itu, keberadaan kebun raya di tengah kawasan hutan lindung itu   hendaknya dapat dikelola dengan manajemen yang professional, sehingga selain akan mampu membangkitkan kesadaran masyarakat untuk upaya pelestarian lingkungan dan secara ekonomi kebun raya ini juga akan berkontribusi besar bagi penerimaan daerah.

“Singapura membangun satu kebun raya di tengah kota hanya 100 hektar dan mereka bisa meraup hasil hingga Rp1 triliun per tahun. Semua jenis tanaman Kalimantan ada di sana. Semua ditata dengan baik, tidak merusak lingkungan dan pengunjung harus membayar,” imbuh Menhut.

Kehadiran kebun raya seluas 309 hektar ini menambah keberadaan kebun raya di Kaltim, dimana sebelumnya telah lebih dulu  ada yakni Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS). Peresmian kebun raya juga dihadiri Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Kepala LIPI Lukman Hakim, serta Walikota Balikpapan Rizal Efendi dan Ketua DPRD Balikpapan Andi Burhanuddin Solong, selaku tuan rumah. (sul/es/hmsprov).

///FOTO : Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan (tiga dari kiri) bersama Meneri PU Djoko Kirmanto dan Gubernur Kaltim  Awang Faroek Ishak menekan tombol sirine sebagai tanda peresmian Kebun Raya Balikpapan.(samsul/humasprov)

 

Berita Terkait