Gubernur: Kaltim Ibarat Gadis Cantik Sehingga Banyak yang Melirik

Berbicara di Indonesia Investor Forum 3

JAKARTA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan dengan potensi sumber daya alam (SDA) yang dimiliki, Kaltim sangat menarik perhatian investor baik dari dalam maupun luar negeri. Mulai dari batu bara, coal bed methane (CBM), minyak bumi dan gas, belum lagi potensi perkebunan sawit, perikanan dan pertanian serta sektor lainnya yang merupakan peluang bagi investor untuk menanamkan modal di daerah ini.
"Kaltim itu ibarat gadis cantik, banyak yang melirik. Dengan semua potensi yang ada, Kaltim kedepan sudah betul-betul menjadi tanah harapan bagi Indonesia," kata Awang Faroek ketika menjadi pembicara pada Indonesia Investor Forum 3, di Hall Cendrawasih Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa (21/1).
Guna mewujudkan hal itu, Awang Faroek menjelaskan Kaltim terus membenahi diri baik untuk kinerja perekonomian maupun tata kelola pemerintahan. Kinerja ekonomi, selama lima tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan yang bisa dilihat dari indikator pembangunan ekonomi Kaltim, baik dari pertumbuhan ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto ((PDRB) maupun indikator lain.
"Bapak Presiden sudah mengakui kinerja pembangunan perekomian Kaltim. Pak SBY mengatakan Kaltim bukan lagi raksasa tidur, melainkan raksasa yang berlari kencang dalam pembangunan. Ini tidak main-main, karena memang sudah terbukti," jelasnya.
Dari sisi tata kelola pemerintahan, sebut dia, Pemprov Kaltim telah mengubah mindset untuk pelayanan. Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang sudah dibentuk sejak 2010 memegang peranan penting untuk memberikan pelayanan prima kepada investor yang ingin berinvestasi di Kaltim.
Ditingkat nasional untuk bidang pemerintahan, Kaltim berhasil meraih peringkat pertama untuk Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LAKIP), peringkat pertama Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kategori pengelolaan keuanga negara.
"Kita melakukan kerja keras untuk mencapai itu semua dan tujuannya tidak lain adalah supaya bisa dipercaya oleh para investor. Motto pelayanan kita kepada investor adalah jika bisa mempermudah mengapa harus dipersulit. " ucapnya.
Namun, Awang Faroek mengingatkan kepada pemerintah pusat, khususnya terkait dengan proses perijinan maupun lainnya agar tidak mempersulit. Karena, lanjut dia, percuma jika pemerintah daerah sudah memberikan kemudahan dan pelayanan cepat, tetapi ditingkat pusat tidak sesuai harapan.
Tidak hanya itu, Awang Faroek juga berharap pemerintah pusat dapat melakukan pembatasan ekspor batu bara, serta tidak mengeskpor komoditi berupa bahan mentah, misalnya CPO (crude palm oil).
"Batu bara tidak harus semuanya keluar negeri, tetapi sisakan sekian persen untuk Kaltim untuk diolah produk turunannya maupun dipakai untuk kebutuhan energi, dan bisa dikirim ke wilayah Indonesia lainnya. Demikian juga CPO, jangan lagi dieskpor keluar, tetapi diolah di Kaltim," lanjutnya.
Kaltim, sambung dia, telah mempersiapkan dua klaster industri, yakni kawasan industri berbasis gas dan kondensat di Bontang, dan kawasan industri berbasis pertanian dan oleochemical di Maloy Kutai Timur, juga dipersiapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Trans Kalimantan Economic Zone (MTKEZ).
"Kaltim terus mempersiapkan diri dengan baik. Ada tiga garansi yang kita berikan kepada investor, yakni stabilitas keamanan, kepastian hukum dan pelayanan prima," ujarnya
Pada kesempatan itu, Gubernur Awang Faroek Ishak menjadi pembicara pada Seminar Sesi II dengan tema "Membenahi Daya Tarik Investasi". Pembicara lainnya yaitu Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara, CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo, Ketua Asosiasi Emitmen Indonesia Airlangga Hartarto dan Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar. (her/hmsprov).

///FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat tampil sebagai pembicara pada Indonesia Investor Forum 3.(heru/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait