Kalimantan Timur
Gubernur Kaltim Setuju Asrama Haji Batakan Jadi Lokasi Isolasi Pasien Covid-19

Dok.humaskaltim

Wali Kota Balikpapan M Rizal Effendi mengajukan permohonan kepada Gubernur Kaltim Isran Noor untuk dapat memanfaatkan Asrama Haji Batakan sebagai lokasi isolasi mandiri atau karantina pasien positif Covid-19.

 

Wali kota berlatar jurnalis itu mengajukan beberapa alasan. Salah satunya, ketidaksiapan psikologi sosial masyarakat dalam bentuk stigma buruk terhadap  pasien positif Covid-19. Mereka umumnya menolak isolasi mandiri dilakukan di sekitar permukiman masyarakat.

 

Alasan berikutnya adalah belum siapnya rumah dan kondisi sosial keluarga pasien untuk melakukan isolasi mandiri. Misalnya, tidak ada kamar pribadi yang layak dan kemungkinan adanya kelompok rentan di dalam rumah, seperti orangtua lanjut usia, anggota keluarga memiliki komorbid, wanita hamil dan anak-anak. 

 

Oleh sebab itu, penyediaan fasilitas lengkap untuk isolasi mandiri ini menurut Rizal Effendi sangat diperlukan di Balikpapan yang masih berada dalam zona merah.

 

Melihat penambahan kasus positif yang belum juga melandai, Gubernur Isran Noor setuju dengan usulan Wali Kota Balikpapan tersebut.

 

"Segera saja dimanfaatkan untuk kebaikan bersama. Mudah-mudahan semua makin peduli. Tidak mengucilkan yang positif Covid-19, karena mereka justru sangat membutuhkan dorongan semangat dari kita. Tetap terapkan protokol kesehatan demi keselamatan kita bersama," kata Isran. 

 

Sebagai tambahan informasi, hal lain yang dimohonkan Rizal Effendi antara lain, biaya operasional pelaksanaan isolasi mandiri/karantina, ruang perawatan 20 kamar, lengkap dengan tempat tidur dan perlengkapannya (kasur, bantal, seprei, kamar mandi/ toilet).

 

Ditambah 10 ruangan untuk petugas operasional medis dan non medis, termasuk ruang tindakan medis dengan fasilitas lengkap. Dan tak kalah penting juga harus tersedia air bersih dan jaringan listrik.

 

Saat surat permohonan ini diajukan, total pasien positif Covid-19 di Balikpapan sudah mencapai 358 kasus, dirawat di rumah sakit 92 kasus, isolasi mandiri 30 kasus dan PDP isolasi mandiri 272 kasus.  (sul)

Berita Terkait