Gubernur: Kaltim Siap Jadikan RI Sebagai Negara Kuat dan Maju

20 Rumusan Aspirasi Dari Kaltim untuk Ekpedisi Kapsul Waktu

 

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, menegaskan, Kaltim siap berubah demi Indonesia maju. Kaltim siap menjadi bagian penting dari kemajuan Indonesia.

Penegasan itu disampaikan, Gubernur Awang Faroek Ishak usai menghadiri Seminar Sehari Ekspedisi Kapsul Waktu 2085, di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Provinsi Kaltim, Rabu (7/10).

“Kaltim siap berubah. Kaltim siap bekerja keras menjadikan negara kita negara yang kuat dan benar-benar bisa mensejahterakan rakyat,” tegas Awang Faroek.

Rakyat Kaltim lanjut Gubernur Awang Faroek juga memiliki mimpi besar untuk Indonesia ke depan yang lebih maju dan sejahtera. Tentu saja, mimpi-mimpi besar itu harus diimbangi dengan kesanggupan dan kesiapan seluruh komponen daerah untuk bekerja bersama-sama membangun daerah dan bangsa ini.

Selain merangkai mimpi dan harapan rakyat, satu hal penting yang harus menjadi perhatian dari Ekspedisi Kapsul Waktu 2085 ini adalah merangkai kembali semangat rakyat Indonesia untuk bersama-sama membangun bangsa dengan semangat "Ayo Kerja, Kerja, Kerja".

Gubernur meyakini, dengan revolusi mental dan semangat "Ayo Kerja", Kaltim dan Indonesia ke  depan akan benar-benar maju dan tumbuh menjadi negara kuat dan hebat.

"Kita semua harus punya mimpi. Tapi mimpi saja pasti tidak akan jadi apa-apa. Kita harus wujudkan mimpi-mimpi rakyat itu dengan bekerja bersama-sama dan semangat Ayo Kerja, Kerja, Kerja," pekik Gubernur, disambut aplaus ratusan peserta seminar.

Seminar menghasilkan 20 rumusan aspirasi yang nantinya akan  dimasukkan ke dalam kapsul waktu 2085. Rumusan tersebut merupakan penyederhanaan dari 257 aspirasi yang diterima panitia daerah ekspedisi kapsul waktu. Rumusan ini masih dibuka hingga 16 Oktober.  Pada akhirnya, seluruh aspirasi masyarakat itu akan difinalkan menjadi  7 aspirasi.

Salah satu aspirasi yang banyak diharapkan adalah agar Kaltim akan mampu menjelma menjadi lokomotif ekonomi Asia berbasis struktur ekonomi berkelanjutan dan berkeadilan yang didorong oleh sektor jasa dan industri kreatif.  Harapan besar lainnya agar  Kaltim bisa menjadi daerah tujuan wisata dunia berbasis potensi alam, budaya dan spiritual.

Salah seorang nara sumber dalam seminar itu, Zuhairi Misrawi mengakui  potensi wisata Kaltim, khususnya Sungai Mahakam. Menurut anggota Tim Transisi pengganti PSSI itu, jika dikelola dengan baik, Sungai Mahakam akan menjadi salah satu objek wisata yang dapat menjaring banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.  

“Tidak banyak kota yang memiliki sungai sebesar Sungai Mahakam. Potensinya sebagai kawasan wisata sangatlah besar apabila dikelola dengan baik,” puji Zuhairi.

Harapan besar rakyat Kaltim lainnya adalah berkaitan dengan persoalan tata ruang dan lingkungan. Kaltim diharapkan menjadi paru-paru dunia ditopang pengelolaan hutan tropika basah dan maritim yang lestari. 

Aspirasi berikutnya, tentu saja berkaitan dengan bidang sumber daya manusia. Harapan besar rakyat Kaltim, kelak akan tercipta masyarakat Kaltim yang cerdas, sehat, inovatif, berakhlak mulia dan berdaya saing internasional.              

Sementara itu, H Djafar Sidik, salah satu tokoh masyarakat yang menjadi narasumber dalam seminar tersebut menjelaskan,  bahwa sumber kebangkitan suatu bangsa adalah kecerdasan bangsa itu sendiri.

“Jika kita ingin berubah, kita harus siap dengan otak yang cerdas, bukan dengan peralatan perang. Dengan menjadi bangsa yang cerdas, pembangunan akan cepat berjalan dan diselesaikan,” paparnya. 

Terkait hal ini, Pemprov Kaltim sejak 2009 lalu telah meluncurkan  program Beasiswa Kaltim Cemerlang yang hingga 2018 ditargetkan sebanyak 400 ribu siswa dan mahasiswa akan menikmati program ini.

Target kapsul waktu ini adalah 70 tahun. Namun jika seluruh elemen masyarakat Kaltim mau bergabung dan memiliki ikatan yang solid mendukung pelaksanaanpembangunan, maka bisa jadi dalam kurun 25 tahun mendatang, seluruh poin yang menjadi harapan masyarakat tersebut sudah dapat dirasakan dan dinikmati.  (aka/sul/es/hmsprov).     

   ///FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak (tengah) saat menghadiri Seminar Kapsul Waktu.(fajar/humasprov)

 
Berita Terkait