Gubernur: Kebersamaan, Tiap Masalah akan Teratasi

Perayaan Imlek bersama Wamenag dan FKUB

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak berharap seluruh warga Tionghoa di Kaltim bisa terus menjalin kebersamaan dengan sesama warga Tionghoa maupun masyarakat Kaltim lainnya dan memanfaatkan momentum perayaan Imlex 2565 untuk melakukan instrospeksi diri. 

“Kita patut bersyukur, karena perayaan Imlek dapat dilaksanakan secara aman dan damai. Karena itu, kondisi yang aman ini harus dipertahankan terus menerus dengan cara meningkatkan persatuan dan kesatuan, saling toleransi antar warga yang satu dengan yang lain,” kata Awang Faroek Ishak saat memberikan sambutan pada perayaan Imlek 2565 bersama Kementerian Agama Kaltim dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kaltim, Rabu malam (5/2).   

Instrospeksi sangat penting agar kita bisa melakukan perbaikan. Instropeksi perlu dilakukan agar sukses bisa dicapai di masa depan.  Imlek juga memberikan hikmah kebersamaan sehingga apa pun masalah dan kendala dalam kehidupan ini akan teratasi dengan baik.

”Apabila kita dapat memahami hikmah perayaan Imlek, maka hal itu secara langsung akan memberikan pengaruh pada terwujudnya hubungan yang harmonis, kedamaian dan kesejahteraan bagi kita semua. Dengan keharmonisan dan kedamaian itulah, maka kesejahteraan lahir dan batin akan kita capai dengan baik,” jelasnya.

Melalui perayaan ini, gubernur mengimbau agar momentum peringatan tersebut dapat pula dijadikan sebagai pemicu semangat untuk meningkatkan kadar keimanan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. 

Gubernur tidak lupa juga mengingatkan bahwa sebagai warga negara yang baik harus meningkatkan kepedulian pada kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini mengingat dalam waktu tidak lama lagi, yakni 9 April 2014 seluruh masyarakat Indonesia termasuk Kaltim akan melaksanakan Pemilu Legislatif, yaitu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Kemudian pada 9 Juli 2014 dilanjutkan dengan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

“Harapan saya, pemilu tersebut terlaksana dengan sukses dan benar-benar merupakan ajang pesta demokrasi rakyat. Karena itu, setiap warga negara harus turut berpartisipasi menyalurkan aspirasinya. Jangan sampai tidak memilih atau golput,” pesan gubernur.  

Mengingat tahun ini merupakan tahun politik, sehingga suhu politik dan potensi konflik akan meningkat.  Karena itu Gubernur Awang Faroek meminta agar masyarakat tidak mudah terprovokasi denga hasutan dan adu domba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

”Mari kita bersama meningkatkan kewaspadaan. Mari kita bersatu padu membangun daerah ini untuk semua,” jelasnya.  Sementara itu, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nasaruddin Umar berharap Kaltim bisa menjadi provinsi percontohan untuk penanganan konflik dan menciptakan kedamaian.

”Kaltim layak menjadi percontohan bagi daerah lain. Unsur pimpinan daerah ini sangat tanggap dan cepat dalam mengambil langkah untuk meredam potensi konflik hingga tidak berkembang menjadi pertikaian yang lebih besar. Kedamaian dan toleransi di provinsi ini terjalin sangat baik," puji Wamen.  (jay/hmsprov).

//Foto: Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, Wagub H Mukmin Faisyal dan Wamenag H Nasaruddin Umar bersama para tokoh dan pemuka masyarakat Tionghoa. (fajar/humasprov kaltim).

Berita Terkait