Gubernur Keluarkan Lima Instruksi

Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

SAMARINDA - Kabut asap pekat masih terjadi meski hujan sudah mengguyur beberapa wilayah Kaltim.  Melihat kondisi yang kian mengkhawatirkan tersebut, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengeluarkan lima instruksi.

Instruksi pertama, Gubernur meminta para camat meningkatkan peran, dibantu para kepala desa dan lurah untuk mendata kebakaran hutan di masing-masing daerah dan melakukan tindakan nyata  secara bersama dan melibatkan pengusaha.

Kedua, sosialisasi terus-menerus kepada masyarakat dan perusahaan-perusahaan, baik perkebunan, pertambangan dan kehutanan untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan cara membakar.

Ketiga, kepada pihak yang berwajib, mulai Kapolda, Kodam VI Mulawarman dan jajaran agar terus membangun kerjasama yang baik dengan aparatur pemerintahan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota agar bisa melakukan upaya-upaya nyata dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Keempat, apabila ada terbukti dan nyata diharapkan pihak berwajib untuk menindaklanjuti pihak yang melakukan pembakaran hutan secara sengaja, sesuai dengan hukum dan peraturan perundang-undangan.

Kelima, kepada perusahaan tambang batu bara yang tersebar di Kaltim diharapkan terus membantu dengan memanfaatkan lubang-lubang bekas tambang yang biasanya berisi air, agar dapat dijadikan embung-embung air yang dapat digunakan untuk pencegahan dan mengurangi kebakaran hutan dan lahan di sekitar tambang masing-masing.

"Hari ini saya keluarkan lima instruksi. Saya yakin, jika lima instruksi ini dilaksanakan dengan koordinasi yang baik, kabut asap di Kaltim akan bisa kita kurangi secara perlahan-lahan," kata Awang usai  rapat koordinasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan, Kamis (15/10) di Kantor Gubernur Kaltim.

 Agar instruksi ini bisa segera dilaksanakan, Gubernur Awang Faroek Ishak meminta Dinas Kehutanan, Dinas Pertambangan dan Dinas Perkebunan agar menginstrusikan kepada perusahaan maupun pemerintah kabupaten/kota untuk melaksanakan instruksi gubernur tersebut.

Gubernur juga mendesak agar setiap daerah mengaktifkan kembali Pusat Pengendalian Krisis di masing-masing daerah. Bukan hanya pengendalian keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga penanggulangan bencana kebakaran. Msyarakat juga diminta segera melapor jika terjadi kebakaran hutan di masing-masing daerah.

Secara khusus Gubernur Awang Faroek memberikan apresiasi kepada Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kaltim atas inisiatif organisasi yang meminta kepada semua perusahaan perkebunan agar berkomitmen  untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Penghargaan saya kepada Gapki yang melarang anggotanya untuk membuka lahan dengan cara membakar," puji Awang.

Diharapkan seluruh perusahaan perkebunan maupun pertambangan batu bara dan kehutanan untuk tidak hanya memikirkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memikirkan aspek kelestarian lingkungan bagi masyarakat.

Lebih lanjut dijelaskan, pencegahan ini penting dilakukan, mengingat Kaltim telah menerima dampak kebakaran hutan, yang salah satunya merupakan kiriman dari luar Kaltim. Meski demikian, harus diakui sejumlah titik kebakaran lahan sengaja dilakukan oleh masyarakat adat yang jumlahnya tidak banyak.  Untuk hal ini gubernur masih memberikan toleransi.

“Yang dilakukan masyarakat adat ini memang harus dihormati, karena mereka membuka lahan tidak banyak dan mereka sudah membuat pembatas ketika membakar lahan tersebut dan itu sudah mereka padamkan. Sementara ada pula pihak yang tidak bertanggungjawab yang tujuannya untuk menguasai lahan. Untuk yang seperti ini harus kita tindak. Saya berharap bupati/walikota, Dandim dan Kapolres tidak segan-segan menindak pihak-pihak tersebut,” tegas Awang.

Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono yang juga hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, sesuai pengalaman mengatasi permasalahan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, maka, tindakan yang dilakukan adalah jangan menunggu terjadinya kebakaran, tetapi mencegah agar kebakaran tidak terjadi.

“Dengan langkah ini diharapkan kita semua bisa mengantisipasi permasalahan asap akibat kebakaran hutan di daerah untuk tahun depan,” jelasnya. (jay/sul/hmsprov)             

///Foto : Gubernur Awang Faroek Ishak dan Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono saat memimpin Rakor Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan. Gubernur keluarkan lima instruksi. (johan/humasprov)

 

Berita Terkait
2016 Temindung Pindah ke BSB
2016 Temindung Pindah ke BSB

10 Februari 2015 Jam 00:00:00
Pembangunan

LENSA KALTIM MAJU
LENSA KALTIM MAJU

29 Desember 2014 Jam 00:00:00
Pembangunan

Government Public Relation