Gubernur: Kepentingan Politik Jangan Masuk PSSI

Pelantikan Assosiasi PSSI Kaltim 2013-2017

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak meminta agar pengurus Asosiasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kaltim periode 2013-2017 tidak membawa kepentingan partai politik dalam kepengurusan yang telah dibentuk. Sehingga kinerja PSSI Kaltim ke depan akan lebih profesional, sesuai harapan masyarakat sepak bola di daerah ini.

Gubernur berharap pengurus yang baru terbentuk lebih kompak, sehingga mampu mengembangkan olahraga sepakbola dengan baik, terutama dalam mencetak bibit muda berbakat di daerah ini.

“Prestasi sepakbola Indonesia saat ini menunjukkan kemajuan yang sangat baik, yakni berhasil menjuarai AFF Cup 2013 dan mampu masuk di Piala Asia 2014. Sedangkan Tim Sepakbola Kaltim, berhasil meraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 Riau. Karena itu, ke depan PSSI Kaltim harus fokus dalam membina sepakbola, jangan sampai kepentingan politik dibawa masuk ke dalam kepengurusan,” kata Awang Faroek Ishak saat menghadiri pelantikan Assosiasi PSSI Kaltim 2013-2014, di Kantor Gubernur Kaltim, Jumat malam (4/4).

Dengan kekompakan  pengurus. gubernur berharap prestasi yang telah dicapai dapat dipertahankan, terutama ketika PON 2016 di Jawa Barat nanti.  PSSI Kaltim harus menjadi organisasi olahraga profesional. Meski jumlah pengurus cukup banyak, namun kinerja pengurus juga harus lebih baik. Dengan menjadi organisasi yang profesional dan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh pengurus pusat, sepakbola Kaltim diharapkan dapat menjadi kebanggaan masyarakat. 

“Jangan hanya jumlahnya yang banyak, diharapkan seluruh pengurus bisa berperan secara maksimal di masa mendatang dan mampu menjadi organisasi yang dapat kita banggakan,” jelasnya.

PSSI diharapkan dapat menjembatani kepentingan-kepentingan pengurus PSSI se Kaltim dan klub-klub sepakbola yang tumbuh makin subur di Kaltim.

Awang mengumpamakan pengurus PSSI ibarat pelari estafet yang harus berlari dengan cepat. Karena ketika PSSI Kaltim dipimpin Achmad Amin, Kaltim mampu meraih medali emas di PON 2012. 

“Dari prestasi yang telah dicapai tersebut, saya berharap estafet prestasi itu bisa diraih kembali. Yang jelas, dengan prestasi itu, seluruh masyarakat Kaltim sangat bangga,” jelasnya.

Selain sepakbola, diharapkan Kaltim mampu mengembangkan semua cabang olahraga. Dengan harapan bisa mencetak bibit baru, terutama olahraga sepakbola. Sehingga ke depan Kaltim mampu menciptakan pemain andal yang dapat membawa nama baik daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husein berharap PSSI Kaltim dapat bekerja lebih baik lagi ke depan. Terutama dalam membina pengurus cabang PSSI di masing-masing kabupaten/kota serta klub-klub sepakbola di daerah.

“Karena yang mengetahui perkembangan sepakbola adalah orang daerah, bukan pengurus pusat, sehingga pengurus di daerah harus profesional dalam menjalankan organisasi ini dengan baik. Apalagi, saya melihat sepakbola Kaltim kian baik. Bahkan memiliki lapangan bertaraf internasional,” jelasnya.

Ketua Assosiasi PSSI Kaltim Yunus Nusi mengatakan jumlah pengurus sebanyak 120 orang. Dengan terbentuk kepengurusan ini, lanjut dia, ada beberapa agenda yang akan dibahas, antara lain persiapan Piala Nusantara akan dilaksanakan pada Mei 2014 dan pembahasan sepakbola di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V 2014 Kaltim yang akan digelar di Samarinda. (jay/sul/es/hmsprov).

///FOTO :  Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak memberi ucapan selamat kepada Pengurus Assosiasi PSSI Kaltim 2013-2017.(johan.humasprov kaltim)

Berita Terkait