Gubernur Kukuhkan Forum Komunikasi Pengusaha Kaltim

Mitra Strategis dan Terpercaya Pemerintah Daerah

 

SAMARINDA–Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan Forum Komunikasi Pengusaha (FKP) Kaltim merupakan mitra strategis dan terpercaya pemerintah dalam pelaksanaan program pembangunan di daerah. Karena, pembangunan Kaltim tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengusaha.

“Forum yang berisi pengusaha-pengusaha lokal Kaltim ini melengkapi keberadaan empat forum terdahulu yang telah ada dalam menciptakan kedamaian dan ketenteraman di Kaltim. Sebagai mitra strategis pemerintah, keberadaan FKP diharapkan dapat mewujudkan kompetisi yang sehat di dunia usaha dan menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kaltim,” kata Awang Faroek pada Buka Puasa Bersama dan Pengukuhan Pengurus FKP Kaltim, di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Kamis (17/7) malam.

Menurut dia, Kaltim telah memasuki masa transformasi ekonomi, yakni dari perekonomian berbasis sumber daya alam (SDA) tak terbarukan (migas dan batu bara) menuju perekonomian berbasis SDA terbarukan (pertanian dalam arti luas, pariwisata dan industri manufaktur).

Hal itu dilakukan karena  ke depan Kaltim tidak bisa lagi mengandalkan SDA tak terbarukan. Sebagaimana yang terjadi pada beberapa daerah di Indonesia, diantaranya Bangka Belitung dan Lhokseumawe di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Karena, ujar dia, daerah yang mengandalkan pada migas dan batu bara maka kemungkinan besar keberlanjutan ekonomi wilayahnya tidak berjalan dengan baik.

“Upaya transformasi tidak dapat dilakukan secara mendadak, tetapi melalui perencanaan yang panjang. Mulai 2009, Kaltim telah melakukan peletakan dasar  transformasi sosial dan ekonomi  menuju ke arah ekonomi berbasis sumberdaya alam yang dapat diperbaharui, dengan menerapkan skenario pertumbuhan ekonomi hijau disertai dengan perkuatan daya saing berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan,” jelasnya.

Selanjutnya, pada pelaksanaan Kaltim Summit II Juli 2013, disepakati transformasi ekonomi menuju ekonomi yang lebih seimbang antara ekonomi berbasis SDA tidak terbarukan dengan SDA terbarukan secara sistematis untuk menjamin keberlanjutan pertumbuhan ekonomi bagi generasi mendatang.

Untuk itu, lanjut dia, sebagai mitra terpercaya pemerintah, FKP Kaltim hendaknya dapat memiliki rencana matang dan berkelanjutan yang selaras dengan program RPJMD Kaltim 2014-2019. Terutama program yang berkaitan dengan pengembangan sektor pertanian dalam arti luas, pariwisata dan industri manufaktur.

“Kedepan, kelapa sawit dan batu bara kita tidak lagi di ekspor mentah, melainkan kita akan fokus pada pengembangan produk turunannya. Peluang ini harus bisa dimanfaatkan oleh pengusaha-pengusaha Kaltim, termasuk sektor pertanian dalam arti luas dan pariwisata,” lanjutnya.

Awang Faroek meminta kepada jajaran FKP Kaltim agar dapat menjalankan semua amanah, tugas dan tanggung jawab forum dengan baik. Ia juga berpesan kepada pengusaha Kaltim untuk bisa berinovasi khususnya untuk mengembangkan sektor-sektor di luar proyek pemerintah.

“Jadi jangan hanya mengandalkan proyek dari pemerintah. Lakukan otokritik kepada diri sendiri, terutama bagi pengusaha sendiri, apakah sudah memberikan kontribusi dalam pembangunan daerah maupun negara. Forum ini juga harus bisa bersatu dan membaur dengan Kadin, Hipmi dan organisasi pengusaha lainnya guna mewujudkan pembangunan ekonomi berkelanjutan di Kaltim,” pesannya.

Sementara itu, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Dicky Wainal Usman dalam paparannya meminta kepada setiap pengusaha agar dapat memiliki jiwa entrepreneur sejati yang mampu menyerap dan memberdayakan tenaga kerja setempat. Tidak hanya berpikir profit oriented tetapi senantiasa peduli dan memiliki semangat berbagi terhadap sesama. Para pengusaha juga diminta dapat membangun semangat usaha yang mencerminkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. 

“Dan yang terpenting terbangunya sinergitas antara pemerintah daerah dan pengusaha. Karena dengan begitu tujuan pembangunan sesungguhnya dapat dicapai, yakni peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Jajaran pengurus FKP Kaltim yang telah dikukuhkan Gubernur Awang Faroek Ishak diketuai oleh H Bachtiar. Turut hadir pada kesempatan itu, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Nono Suharsono, Kajati Kaltim Amri Sata, Ketua Pengadilan Tinggi Kaltim I Made Ariwangsa, tokoh masyarakat Kaltim HM Jos Soetomo yang juga ketua Dewan Penasehat FKP Kaltim, tokoh agama dan masyarakat Kaltim, serta jajaran pengusaha lokal Kaltim. (her/sul/hmsprov)

Foto : Gubernur Awang Faroek Ishak bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) bersama Forum Komunikasi Pengusaha yang baru dilantik. (fajar/humasprov)

 

Berita Terkait