Gubernur: Mari Jadikanlah Balikpapan Sebagai Kota Internasional

Peresmian Dimulainya Pembangunan BCC     


BALIKPAPAN - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyatakan, pembangunan Balikpapan City Centre (BCC) adalah bagian dari kebutuhan kehidupan masyarakat yang semakin metropolis.   
Balikpapan saat ini kata Gubenrur Awang Faroek sudah tumbuh menjadi kota modern. Baru-baru ini,  Balikpapan juga sukses meraih penghargaan Adipura Kencana bersama tujuh daerah di Indonesia, termasuk Kota Bontang.
“Penghargaan itu merupakan dampak dari penataan lingkungan yang baik. Tetapi kurang baik jika tidak dilengkapi dengan infrastruktur memadai.  Contohnya, pembangunan BCC ini. Saya berharap pembangunan ini tidak dipertentangkan. Saya tidak akan melanjutkan pembangunan ini jika tidak didukung rakyat dan Pemkot serta DPRD Balikpapan,” kata Awang Faroek Ishak saat memberikan arahan dalam peresmian dimulainya pembangunan Balikpapan City Centre di Jalan Ahmad Yani, Balikpapan, Kamis (13/6).
Menurut dia, dampak positif dari pembangunan mall ini akan dinikmati masyarakat Balikpapan. Dia berharap, apa yang ada di Singapura, Malaysia dan Brunai Darussalam serta yang ada di Jakarta,  juga ada di Balikpapan. Gubernur Awang Faroek pun mengajak warga Balikpapan menjadikan kota ini sebagai  kota internasional.
“Mari jadikan Balikpapan ini menjadi kota internasional. Sebab, sesuai harapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika ke Balikpapan saat meresmikan beberapa proyek di Pelabuhan Peti Kemas Kariangau, Balikpapan ini prospektif untuk menjadi strategic hub di kawasan Asia Timur, meliputi Rusia, China, Korea, Taiwan, Jepang, Asean, Timor Leste dan Australia,” jelasnya.
BCC akan menjadi kawasan super blok dengan investasi tidak kurang dari Rp1 triliun. Pembangunanya dilakukan oleh PT Sinar Balikpapan Development. Diharapkan, BCC nantinya juga dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM untuk memasarkan hasil produk mereka.  
Awang menambahkan, pemerintah daerah selalu welcome (menerima), jika ada investor yang ingin menanamkan investasi mereka. Bahkan gubernur menganalogikan, pemerintah daerah siap menyambutnya dengan menghamparkan karpet merah, sebagai bentuk apreasiasi kepada mereka.   
Hal ini sudah dilakukan China hingga mampu menjadi negara nomor satu di dunia dalam bidang ekonomi, karena pelayanan yang baik selalu diberikan kepada para penanam modal.
“Itu yang terus saya terapkan di Kaltim. Jika bisa mempermudah, mengapa harus mempersulit,” jelasnya.
Sementara itu, Dirut Perusda PT Melati Bakti Satya (MBS) Sabri Ramdhani mengatakan BCC berdiri di atas lahan milik Perusda MBS,yang merupakan aset yang dihibahkan dari Pemerintah Provinsi Kaltim seluas kurang lebih lima hektare.
Pada areal itu rencananya akan dibangun supermall, apartemen, hotel bintang lima, perkantoran dan pertokoan serta fasilitas pendukung, yakni tempat parkir yang bisa menampung 1.800 unit kendaraan roda empat dan 1.000 unit kendaraan roda dua.  
“Mudah-mudahan ini menjadi ikon baru Kota Balikpapan. Ini berkat bantuan semua pihak, sehingga pembangunan BCC bisa dimulai hari ini,” jelasnya.
Selain itu, pembangunan tersebut juga akan membuka peluang kerja bagi masyarakat Balikpapan. BCC akan menampung tenaga kerja mencapai 7.000 orang dan ini akan meningkatkan ekonomi masyarakat, serta mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).(jay/hmsprov).

///Foto : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak (tengah) bersama Plt Ketu DPRD kaltim HM Syahrun menerima penjelasan tentang maket BCC dari Direktur PT Sinar Balikpapan Development Cok Maudi Kasenda (kemeja kuning).(fajar/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait